The Changing
Sory gua tlah ganti blog gua ...
setelah bbrp hari ber blog dengan nama Global Theory saya akhirnya memutuskan utk meggantinya
Global theory sesuai namanya adalah ingin simplify antara satu hal dan hal lain sehingga memberikan satu gambaran yg besar dan mudah dipahami .
Tetapi ... Dunia Ciptaan ini terlalu besar utk disebut global, walaupun satu hal bisa dikaitkan dgn lain hal dgn satu pemikiran / principle yg sama , itu pun masih sesuatu yg kecil mengingat kebesaran Dunia ini ataupun Alam semesta ............
So The little book of zhen .... is chosen
why ? "Little book "
sering kali kita salah dalam melihat sesuatu , bahwa yg penting adalah "the little " things not the Big Thing , cth : dalam memahami sesuatu yg baru kita kdg tidak bisa , masalahnya dimana ?
sebenarnya bukan hal itu yg susah , tetapi pikiran kita yg menganggap itu terlalu susah utk diterima. atau pun dalam bekerja , why seseorang lebih excel daripada yg lain , dan akhirnya terkuak juga EQ berada di atas IQ, "ATTITUDE" Matters...... apakah kita dapat Bachelor utk attitude ? spend 3-4 years dan bikin skripsi utk dapat Sarjana Attitude ?
No............. we never perhatikan the little things ...... so little it is.
Zhen is not Zen
well that is my Name yg kebetulan mirip dgn Zen yg saya sangat suka dan jg sbg satu pedoman hidup .................
So Now I am starting a new blog .......
A Zhen Writing
setelah bbrp hari ber blog dengan nama Global Theory saya akhirnya memutuskan utk meggantinya
Global theory sesuai namanya adalah ingin simplify antara satu hal dan hal lain sehingga memberikan satu gambaran yg besar dan mudah dipahami .
Tetapi ... Dunia Ciptaan ini terlalu besar utk disebut global, walaupun satu hal bisa dikaitkan dgn lain hal dgn satu pemikiran / principle yg sama , itu pun masih sesuatu yg kecil mengingat kebesaran Dunia ini ataupun Alam semesta ............
So The little book of zhen .... is chosen
why ? "Little book "
sering kali kita salah dalam melihat sesuatu , bahwa yg penting adalah "the little " things not the Big Thing , cth : dalam memahami sesuatu yg baru kita kdg tidak bisa , masalahnya dimana ?
sebenarnya bukan hal itu yg susah , tetapi pikiran kita yg menganggap itu terlalu susah utk diterima. atau pun dalam bekerja , why seseorang lebih excel daripada yg lain , dan akhirnya terkuak juga EQ berada di atas IQ, "ATTITUDE" Matters...... apakah kita dapat Bachelor utk attitude ? spend 3-4 years dan bikin skripsi utk dapat Sarjana Attitude ?
No............. we never perhatikan the little things ...... so little it is.
Zhen is not Zen
well that is my Name yg kebetulan mirip dgn Zen yg saya sangat suka dan jg sbg satu pedoman hidup .................
So Now I am starting a new blog .......
A Zhen Writing

8 Comments:
wah ternyata lo suka filsafat yak :)
good2...
gue jg demen baca2 gini
ya susah itu prakteknya :)
ada tips trick buat prakteknya? :)
sure
Prakteknya I found in aikido and Tai Chi Practise..
dicoba aja....
Hallo Zhen,
Tulisan anda cukup menarik, dan terlihat jelas bahwa anda memang senang akan filsafat.
Namun ada yang ingin saya komentari,sejarah dai ilmu filsafat sebenarnya berawal dari para pemikir yang menciptakan konsep atau paradigma tertentu karena tidak menemukan pedoman fundamental sebagai dasar berpikir dan bertindak berpijak. Anda bisa baca sejarah tentang tokoh filsuf Sokrates, Plato dan Aristoteles. Tokoh filsuf tersebut mendasari pengetahuannya atas pola berpikir pribadi, tidak ada landasan fundamental seperti Kitab Suci atau dasar-dasar berpikir lainnya.
Oleh karena itu kebenaran dari suatu filsafat hanyalah bersifat relative, karena setiap orang mampu berpikir dan menciptakan paradigma tertentu dan filosofinya sendiri-sendiri jika tidak mau perpijak pada landasan tertentu dalam berpikir dan bertindak.
Salam Damai,
Ronald T. Gultom
Arti dari kata "Filsafat" atau "Philosophy" menurut sebuah kamus adalah:
1. Guiding or underlying principles: a set of basic principles or concepts underlying a particular sphere of knowledge
2. Set of beliefs or aims: a precept, or set of precepts, beliefs, principles, or aims, underlying somebody's practice or conduct
Sebuah ensiklopedi mengatakan kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari bahasa Yunani (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”
Filsafat, terutama Filsafat Barat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke 7 S.M.. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai berpikir-pikir dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak lagi menggantungkan diri kepada agama atau kitab suci untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.
Orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales dari Mileta, sekarang di pesisir barat Turki. Tetapi filsuf-filsuf Yunani yang terbesar tentu saja ialah: Sokrates, Plato dan Aristoteles. Sokrates adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah murid Plato.
Kalau saya pribadi mengatakan filsafat hanyalah sekedar permainan kata-kata yang notabene siapa saja bisa membuatnya, asalkan senang berpikir, merenung dan punya tingkat kesadaran tinggi dalam menyelami kehidupannya. Kata-kata filosofis memang kelihatannya menarik dibaca dan didengar, tapi menurut saya tidak dapat dijadikan acuan kebenaran hakiki dan tidak bisa dipakai sebagai satu-satunya pegangan hidup.
Karena jika tidak demikian akan timbul pertanyaan yang cukup mendasar, apakah memang filsafat merupakan jalan keluar dari segala pertanyaan sehubungan dari masalah kehidupan umat manusia di dunia ini? Apakah legitimasi agama dan kitab suci sudah tidak kredibel lagi dalam menjawab segala problem yang dihadapi umat manusia? Kalau demikian untuk apa ada kitab suci dan agama, kalau toh semua orang bisa mendirikan kebenarannya sendiri-sendiri? Silahkan merenung dan boleh juga dijawab dengan konsep filsafat.
Salam damai,
Ronald T. Gultom
hi tks atas commentnya.
kata "filsafat" sendiri , saya sendiri tidak tahu artinya , tks for that.
Utk Filsuf Yunani saya tidak pernah mencari ttg itu jg.
saya sendiri memang setuju Filsafat adalah permainan kata kata dari pemikiran dari seseorang .
tetapi yg saya sampaikan disini adalah sebenarnya pelepasan dari cara berpikir kita.
Dari yg saya dapat sampai saat ini , Tubuh kita adalah hasil dari alam semesta ini , dan disitulah terkandung inti dari kebenaran.
Jika kita membicarakan kitab suci (semua agama) di dalamnya terlalu kompleks sehingga kdg bisa di salah artikan (correct me If I am wrong?).
seorang pemuka agama bisa mengambil bagian yg dia suka utk mendukung pemikirannya / ego / kemauan dia.
Jadi yg saya mau katakan itu bukannya utk tidak mendasari dari kitab suci , tetapi Kebenaran yg pertama adalah di Hati yg sudah ada di diri kita (dan ini tidak perlu diperdebatkan) , Jika hati kita bersih kita baru bisa mengerti apa yg ditulis di Kitab Suci , Jika Hati kita di kontrol oleh pikiran/ego/nafsu maka hasilnya adalah masih pemikiran seseorang yg didukung tulisan disatu buku (kitab Suci) ,
utk kebenaran Isi Kitab Suci , apakah anda bisa yakin apa yg anda baca tidak dimanipulasi stlah ribuan tahun dan diterjemahkan ke bbrp bahasa ? mengingat skrg ini saja org sudah memulai memanipulasi di Dunia Informasi, apalagi di jaman jaman Penguasa dulu .
menutup satu pertanyaan dari anda yakni :
"Apakah legitimasi agama dan kitab suci sudah tidak kredibel lagi dalam menjawab segala problem yang dihadapi umat manusia? Kalau demikian untuk apa ada kitab suci dan agama, kalau toh semua orang bisa mendirikan kebenarannya sendiri-sendiri? "
Jika keadaannya dibalik
"Apakah dunia dan problema nya bisa selesai jika kita berdasarkan agama dan kitab suci ? " dan tentunya tidak kepada 1 agama tetapi bbrp agama berdampingan.
Saya menunggu jawaban anda "Ya atau Tidak" . Jika Ya saya ingin tahu mengapa dan Jika Tidak mengapa jg ?
hi tks atas commentnya.
kata "filsafat" sendiri , saya sendiri tidak tahu artinya , tks for that.
Utk Filsuf Yunani saya tidak pernah mencari ttg itu jg.
saya sendiri memang setuju Filsafat adalah permainan kata kata dari pemikiran dari seseorang .
tetapi yg saya sampaikan disini adalah sebenarnya pelepasan dari cara berpikir kita.
Dari yg saya dapat sampai saat ini , Tubuh kita adalah hasil dari alam semesta ini , dan disitulah terkandung inti dari kebenaran.
Jika kita membicarakan kitab suci (semua agama) di dalamnya terlalu kompleks sehingga kdg bisa di salah artikan (correct me If I am wrong?).
seorang pemuka agama bisa mengambil bagian yg dia suka utk mendukung pemikirannya / ego / kemauan dia.
Jadi yg saya mau katakan itu bukannya utk tidak mendasari dari kitab suci , tetapi Kebenaran yg pertama adalah di Hati yg sudah ada di diri kita (dan ini tidak perlu diperdebatkan) , Jika hati kita bersih kita baru bisa mengerti apa yg ditulis di Kitab Suci , Jika Hati kita di kontrol oleh pikiran/ego/nafsu maka hasilnya adalah masih pemikiran seseorang yg didukung tulisan disatu buku (kitab Suci) ,
utk kebenaran Isi Kitab Suci , apakah anda bisa yakin apa yg anda baca tidak dimanipulasi stlah ribuan tahun dan diterjemahkan ke bbrp bahasa ? mengingat skrg ini saja org sudah memulai memanipulasi di Dunia Informasi, apalagi di jaman jaman Penguasa dulu .
menutup satu pertanyaan dari anda yakni :
"Apakah legitimasi agama dan kitab suci sudah tidak kredibel lagi dalam menjawab segala problem yang dihadapi umat manusia? Kalau demikian untuk apa ada kitab suci dan agama, kalau toh semua orang bisa mendirikan kebenarannya sendiri-sendiri? "
Jika keadaannya dibalik
"Apakah dunia dan problema nya bisa selesai jika kita berdasarkan agama dan kitab suci ? " dan tentunya tidak kepada 1 agama tetapi bbrp agama berdampingan.
Saya menunggu jawaban anda "Ya atau Tidak" . Jika Ya saya ingin tahu mengapa dan Jika Tidak mengapa jg ?
Hallo bro,
Saya senang untuk menjawab pertanyaan anda dan berdiskusi lebih lanjut, namun sebelum saya menjawab pertanyaan anda:
Jika keadaannya dibalik
"Apakah dunia dan problema nya bisa selesai jika kita berdasarkan agama dan kitab suci?
Saya ingin bertanya dulu kepada anda, apa agama yang sekarang anda anut? sudah pernahkah anda membaca kitab suci agama anda dari mulai awal sampai akhir? sudahkah anda memahami apa yang diajarkan agama anda? sudahkah anda mengerti apa yang ditulis dalam kitab suci anda? pernahkah anda meluangkan waktu, pikiran dan sumber daya lain untuk menyelidiki sejarah dari eksistensi firman Tuhan hingga bisa sampai ke jaman kita sekarang, kemudian sejarah dari eksistensi agama-agama di dunia ini termasuk agama yang anda anut sekarang?.
Jika anda bersedia menjawab pertanyaan saya ini dengan jujur dan tulus, maka saya akan senang sekali menjawab segala pertanyaan yang anda ajukan ke saya untuk mempertanggungjawabkan segala argumen saya tersebut. Saya perlu mengetahui latar belakang anda agar supaya jawaban saya tidak sampai salah interpretasi buat anda.
Sedikit info tentang diri saya, saya bukanlah ahli teologia, bukan juga lulusan sekolah seminari atau sekolah agama, bukan juga pendeta/pastor/uztad. Back-ground saya adalah IT (Information Technology) yang sebenarnya jauh dari disiplin ilmu agama. Saya sudah berkecimpung di duna IT/Komputer sekitar 17 tahun. Namun demikian karena dasarnya saya hobi membaca, sejak dulu saya tertarik dengan sejarah dunia, khususnya sejarah agama-agama di dunia dan segala hal berkenaan dengan fakta-fakta di dunia ini, selain itu juga saya senang baca-baca kitab suci dari agama-agama untuk membandingkan kebenaran dan mencari kemurnian, karena saya yakin sekali jika memang Tuhan itu ada semestinya dia menurunkan "manual book" kepada umat manusia ciptaanNya (selayaknya pabrik elektronik mengeluarkan manual book). Demikian juga Tuhan seharusnya menurunkan "manual book" yaitu kitab suciNya kepada ciptaanNya sebagai sarana penyingkapan tentang apa yg kelak akan terjadi di masa depan sebagai harapan dari umat manusia yang sedang sengsara di bumi ini.
Salam sejahtera,
Ronald T. Gultom
Background saya
Zen and Budhisme.
Sekian.
Post a Comment
<< Home