Thursday, November 02, 2006

The Smile

Kira kira apakah tujuan dari hidup itu ? banyak org selalu mempertanyakan itu .
Sebagian orang mengatakan "asal bahagia" , sebagian orang mengatakan "asal bisa mendapat apa yg diinginkan" kemudian sebagian lain
mengatakan "asal ada uang" , kemudian selalu ada yg akan membalas bahwa "uang bisa membeli segalanya" ,
atau yg lebih bijaksananya akan mengatakan "uang tidak bisa membeli segalanya, tetapi segalanya adalah uang"

Jadi perdebatan begini lah yg akan selalu kita dengar .

Jadi kira kira apa yg akan disampaikan di tulisan ini ??
daripada kita berdebat gak karuan , dan gak ujung atau berakhir kekesalan.
saya ingin berbagi :
Dlm hidup tiap orang kita selalu mempunyai kesenangan dan perasaan bahagia masing masing terhadap situasi tertentu dan tidak bisa dipaksakan karena kita tiap org berbeda.
Saya ingin mendorong tiap orang untuk hening sesaat mencari / memikirkan sesuatu yg pernah dan bisa membuat anda senang / bahagia di masa skrg atau masa lalu,
Pikirkanlah apa yg pernah anda alami di masa lalu, misalkan :
- di saat anda lagi jatuh cinta dan dgr lagu tertentu, atau
- mendengar lagu soundtrack tertentu ?
- ataupun menonton film "Superman Returns" yg setelah itu membuat anda seakan akan bisa terbang
- atau bahkan lagu pembuka star wars yg bikin berdiri bulu kuduk .


yg saya maksudkan disini adalah "feel" itu , jgn sampai anda kehilangan perasaan itu
"Feel" kesenangan itu bisa dlm banyak hal , bisa dengan senyuman di pagi hari di atau sekedar "Good Morning" dgn rekan kantor. Senyum adalah salah satu hasil dari feel itu .
tidaklah menjadi soal apapun aktivitasnya , saya cuman ingin anda peka terhadap "feel" itu dan keluarin dia sebisa mungkin.
Sewaktu anda mendapat kebahagiaan , hati damai dan senyum dengan sendirinya akan hadir di muka anda,
bisakah dibayangkan jika semua org merasakan hal yg sama, bukankah dunia ini menjadi indah.
mungkin jika ada yg pernah Menonton "Life is Beautiful" pada akhirnya akan menghela nafas panjang dan bahagia ....
but let me tell you this , you are the director and script writer of your life , hidup mau kemana adalah anda yg menyutradarai.

semoga setelah membaca tulisan ini , senyum akan terpancar dari muka anda ......

Movie scene to help you imagine what I am talking about :
- Film Fearless Jet lee, sewaktu dia menanam padi dan dimana angin bertiup, dan mereka berhenti sejenak utk menikmatinya
That"feel" is what I mean.


Regards
Zhen

*one of my favorites song "what the world needs now is love sweet love"
kalo ada yg punya bbrp versi please send to me .

52 Comments:

Blogger Ronald T.Gultom said...

Hallo Zhen,

Nice to discuss with you again,

Saya tertarik dengan tulisan anda ini, dan secara umum saya sependapat dengan anda bahwa memang “positive thinking” seharusnya diupayakan oleh semua orang yang ingin selalu bahagia dalam hidupnya. Dan memang benar apa yang anda katakan bahwa menjaga agar “feel” tetap positif sangatlah bermanfaat sekali untuk kebahagiaan hidup manusia.

Namun saya ingin mengajak anda melihat segi lain dari perspective yang berbeda. Tidakkah ada sisi lain dalam kehidupan umat manusia yang bahkan untuk bisa tersenyum saja sangat sulit bahkan sudah tidak sanggup karena pahit dan getirnya hidup mereka, ada begitu banyak sisi kehidupan yang suram dari begitu banyak orang di bumi ini. Pernahkah anda merenungkan tentang bagaimana kondisi para gelandangan yang hidup sehari-hari mengais-ngais tempat sampah untuk mencari nafkah hidup, mereka tinggal di kolong-kolong jembatan. Terlepas dari masalah apa yang melatarbelakangi seseorang menjadi gelandangan, namun bagaimanapun gelandangan juga manusia bukan binatang, hanya proseslah yg mungkin menyebabkan mereka menjadi seperti itu. Di sisi lain saya pernah baca dalam satu koran bahwa tingkat kematian karena bunuh diri semakin tinggi di Indonesia, kalau dulu kita sering mendengar bunuh diri trend di Jepang, namun sekarang telah masuk ke Indonesia, koran tersebut menjelaskan bahwa bahkan anak sekolah banyak yang depresi dan frustrasi karena kesulitan ekonomi, untuk makan saja mereka sulit bagaimana bisa bayar uang sekolah dll. Di beberapa daerah terjadi bencana busung lapar karena kekurangan makanan. Orang-orang seperti itu boro-boro bisa merasakan “feel” positif dalam hidup ini, untuk isi perutnya saja sudah sangat sulit, mereka mungkin sudah kehilangan feel dalam hidup alias “mati rasa”.

Saya bukan ingin membahas soal gelandangan atau orang miskin, namun yang saya maksudkan adalah bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa umat manusia memang pada akhirnya membutuhkan pertolongan dari pribadi “adimanusiawi” yaitu Tuhan sang pencipta. Sebab sepanjang sejarah peradaban manusia, para pemerintah dan pemimpin negara tidak pernah sanggup menanggulangi prolem kehidupan masyarakatnya. Di ujung sana PBB didirikan untuk menciptakan perdamaian namun perang makin ramai, tidak usah jauh-jauh di Indonesia saja bencana semburan lumpur panas Lapindo di Porong, Sidoarjo masih berlarut-larut tanpa penanganan yang jelas. Karena itu saya mengajak anda untuk coba sedikit luangkan waktu untuk exploring hal-hal yang bersifat rohani juga, ketimbang hanya berkutat pada ilmu filsafat yang menurut saya memang bermanfaat tetapi hanya bersifat semu belaka dan tidak bersifat permanent. Maaf kalau kata-kata saya ini kurang berkenan di hati anda, sekali lagi saya hanya menawarkan sudut pandang lain kepada anda itu saja.

Apa yang anda tulis tentang “Feel” pernah ditulis di dalam kitab suci / Bible, saya senang kutip ayat-ayatnya di sini:

Ams 15:13 “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.”

Ams. 17:22 “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”

NB: Ams=Amsal, dalam bahasa Inggris=Proverbs, Copyright YLSA


Salam damai,
Ronald T. Gultom
----------------
Sang perenung

7:34 AM  
Blogger gentong said...

Balasan Ronald.
Hi Ronald tks again atas feedbacknya. Kita setiap org mempunyai tingkat kesenangan yg dicapai dgn hal berbeda ttp yg saya maksudkan ada perasaan hati yg bukan didapat dari keadaan fisik dan semua org bisa mendapatkan itu..

Mengenai apakah org yg busung lapar akan bahagia, saya sendiri tidak bisa menjawab itu karena posisi , cara pikir, penyesuaian saya berbeda. Tetapi apakah merka bisa bahagia. Secara fisik mgkn tidak bisa tetapi secara batin dan pkiran tentunya bisa saja walau kita tidak biasa melihatnya, bagaimanakah itu ?
kita biasa sering menilai sesuatu dari apa yg kita lihat tetapi belum tentu keadaannya sesuai yg kita persepsikan di pikiran. Sbg cth :
ada pelukis yg tidak py tangan hasil karyanya sangat bagus (melukis pakai kaki) , dan sbnarnya banyak lagi yg saya belum ketemu tetapi saya rasa byk yg tau org cacat fisik yg mempunyai pengetahuan/mental yg luar biasa. Dan tentunya jika org awam akan membandingkan kekurangan dgn yg dia ada sehingga akan bilang "Kasihan"
guru saya mengatakan jika kita diambil salah satu kelebihan, kita akan diberi kelebihan yg lain.
Apalagi di jaman yg makin maju ini , semua hal menjadi serba kompleks
bahkan byk org yg ada rumus "IF elsenya" utk bahagia seperti
- jika saya bisa beli treo saya akan bahagia.
- jika saya dpt jodoh yg baik saya akan bahagia.
- jika saya bisa beli xtrail saya akan bahagia.
- jika saya bisa beli rumah saya akan bahagia.
dst....
tetapi apakah mereka akan bahagia setelah tercapai cita citanya, jawabannya adalah YA utk 1 bln - 3 bln pertama (why ? Spt di technology atau IT. penemuan penemuan baru akan terus muncul dgn cepat dan menggantikan yg lama )
, stlah itu akan muncul lagi nafsu dan keinginan lain.
Inti yg mau ditulis adalah "Kita bisa bahagia pada saat ini juga" caranya adalah cobalah lebih utk mengenal diri dan melepaskan nafsu dan ego kita. Berlatihlah utk berbahagia setiap saat.
Saya sendiri jg masih terus berlatih....

Regards
Zhen

8:00 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Saya setuju dengan argumen anda, karena itu di awal paragraf saya juga memberi komentar singkat bahwa saya setuju dengan konsep "positive thinking" dari yang anda tulis tentang "feel".

Namun saya hanya ingin mengajak anda melihat dari perspective yang berbeda dengan situasi yang lebih makro.

Secara mikro kita memang bisa menemukan orang-orang seperti contoh yang anda jelaskan, bahwa ada orang yang cacat (misalnya tangan dan kaki buntung) tapi hidup bahagia sebagai pelukis, atau mungkin kita bisa menemukan beberapa gelandangan yang terlihat menikmati hidupnya dengan bahagia.

Namun contoh-contoh itu kan sifatnya hanya kasus per kasus saja, kalau dilihat secara umum keadaan mereka memang sangat menyedihkan dan tidak sedikit yang putus asa bahkan bunuh diri karena itu.

Memang benar bahwa menjaga pikiran tetap positif setidak-tidaknya akan membantu seseorang secara batin menanggulangi problemnya, tapi alangkah sempurnanya apabila ada yang sanggup menyelesaikan problem manusia secara permanen dan tuntas, orang cacat bisa normal kembali, orang melarat bisa hidup berkecukupan dan lain sebagainya, hal ini hanya bisa dilakukan oleh sang Pencipta Tuhan, itulah yang saya maksudkan dalam komentar saya tersebut.

Saya senang kutip beberapa ayat dari kitab suci yang menggambarkan situasinya kelak apabila Tuhan memberi kelepasan manusia dari problem hidupnya.

Kitab Yesaya 35:6 "Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;"

Kitab Yesaya 33:24 "Tidak seorangpun yang tinggal di situ akan berkata: "Aku sakit," dan semua penduduknya akan diampuni kesalahannya."

Kitab Wahyu 21:4 "Dan Tuhan akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."


Salam,
Ronald T.G.

6:45 PM  
Blogger gentong said...

wah kayaknya ini jg makin jauh ya .
dari satu tulisan yg bertujuan utk menyejukkan hati menjadi sesuatu yg makro.
seperti yg pernah diskusikan , kita gak bisa membicarakan sesuatu yg diluar kuasa kita.
Andapun berpegang pada ayat ayat kamu.
Yg anda jg sendiri hanya bisa copy and paste ke sini .

jadi saya tidak tau tujuannya ini kemana ;)

kembali komentar yg bisa dikomentari saja.
Jika di Eastern , dikenal yg namanya Noself, No Mind.
Jika anda bisa memahami itu mgkn anda bisa membedakan antara Positive Thinking dan yg saya maksudkan, jika anda berniat mencari katanya adalah "Wu Wei"

Regards
Zhen

6:37 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Hi again Zen, dan hallo juga sama tuan "Notalkingnow"...hehehe... siapa ya? nama yang asing buat saya?, sebenarnya saya lebih senang diskusi dgn orang yg tidak menyembunyikan identitas dirinya.

Sepertinya saya harus mengulangi beberapa kali apa yang sudah saya tulis dalam komentar saya sebelumnya. Saya sudah katakan bahwa "saya sependapat dengan Zhen bahwa memang positive thinking seharusnya diupayakan oleh semua orang yang ingin selalu bahagia dalam hidupnya. Dan memang benar apa yang dikatakan Zhen bahwa menjaga agar “feel” tetap positif sangatlah bermanfaat sekali untuk kebahagiaan hidup manusia.

Namun saya hanya ingin mengajak semua orang untuk melihat segi lain dari perspective yang berbeda.

Saya katakan bahwa "tidak bisa dipungkiri, umat manusia memang pada akhirnya pasti membutuhkan pertolongan dari pribadi “adimanusiawi” yaitu Tuhan sang pencipta. Sebab sepanjang sejarah peradaban manusia, para pemerintah dan pemimpin negara tidak pernah sanggup menanggulangi prolem kehidupan masyarakatnya.

Saya bukan pendeta dan bukan sukarelawan LSM atau Greenpeace atau apapun namnya, saya hanya seorang praktisi IT (computer science). Soal tindakan nyata yang sudah saya lakukan untuk kemanusiaan tidak perlu saya publish di sini atau kepada anda, cukup Tuhan saja yang tahu, sebab media ini bukan untuk pamer prestasi diri atau testimonial pribadi sehubungan dengan apa yang sudah kita lakukan. Setahu saya media Blog ini adalah untuk ajang tukar pikiran, tukar menukar pendapat dan komunikasi serta diskusi, kalau anda sudah melakukan hal-hal untuk kemanusiaan semoga Tuhan akan membalaskan budi baik anda.

Namun sekali lagi saya katakan bahwa walaupun setulus apapun manusia berbuat sesuatu untuk kemanusiaan namun mereka tidak akan sanggup menyelesaikan problem mendasar umat manusia secara permanen. Sedangkan pemerintah negara saja tidak sanggup, apalagi saya (saya kasih contoh PBB saja tidak bisa menciptakan perdamaian, keamanan dll), PBB memiliki organisasi bawahan yang concern tentang masalah kemanusiaan, seperti UNESCO, UNICEF, WHO, UNHCR, NGO dan lain sebagainya, tapi coba lihat apa hasilnya? tetap saja manusia menderita, kenapa? karena memang manusia sangat penuh dengan keterbatasan.

Jadi kesimpulannya silahkan berbuat baik untuk kemanusiaan, silahkan mencetuskan ide-ide luhur untuk kemanusiaan, silahkan dirikan LSM buat kebaikan, perbuatan itu sangat luhur dan terpuji. Tapi jangan sampai lupa bahwa manusia hanyalah "debu" yang tidak berarti dipandangan Tuhan sang pencipta yang maha kuasa satu-satunya pribadi yang sanggup menuntaskan segala problem umat manusia di bumi ini secara permanen. Itulah inti dari semua komentar saya.

Mazmur 103:14 - Sebab Tuhan sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

Supaya anda lebih memahami pandangan saya, silahkan masuk ke artikel tulisan saya di blog :
http://rotogu.blogspot.com/2006/09/harapan-permanen-atau-semu.html

Salam,
Ronald T. Gultom

12:58 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Hallo Mr.Notalkingnow,

Thanks atas argumen anda, dan sekali lagi saya katakan bahwa saya sependapat dengan anda apabila dilihat dari perspective anda.

Namun saya melihat dari perspective yang berbeda dengan anda, dan sepertinya anda masih belum memahami pandangan saya.

Ok, begini, terpaksa saya perlu jelaskan sedikit latar belakang pribadi saya. Sekitar 15 atau 20 tahun yang lalu saya memiliki pola berpikir atau "mindset" yg hampir mirip dengan cara pandang anda dan teman kita Zhen. Bahkan tahun-tahun sebelumnya saya sempat terlibat dalam pergaulan buruk atau dunia "hitam" dengan suatu "environtment" yang jauh dari hal rohani atau keTuhanan.

Singkat cerita suatu saat saya kembali kepada pencarian akan hal-hal rohani (dalam bahasa Zhen "hal spiritual") saya akhirnya mencapai suatu titik kulminasi dan merubah mindset saya dgn kembali baca-baca Kitab Suci dan buku2 serta publikasi2 rohani, saya mencapai suatu kesimpulan bahwa tidak ada pilihan lain bagi manusia di bumi ini kecuali kembali meminta bimbingan dari sang penciptanya yaitu Tuhan, mau jungkirbalik seperti apapun manusia pada akhirnya tidak akan sanggup berbuat apa2, tetap saja membutuhkan pertolongan dari sang "adimanusiawi". Ini bukanlah kebenaran saya, melainkan suatu fakta & realitas.

Terpaksa saya harus kutip ayat Alkitab lagi walaupun mungkin anda tidak ber-iman akan kitab suci, namun inilah dasar dari pemahaman saya. Kitab Jeremia 10:23 tertulis demikian: "Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya."

Anda mengatakan "Ada lho negara di dunia yang hampir tidak memiliki masalah." Bisa tolong sebutkan negara mana itu?

Anda bertanya kepada saya: "apa yg anda sebut problem mendasar umat manusia?" ada banyak sekali, tidakkah anda concern akan hal ini? Problem yang paling mendasar adalah: kematian, penyakit & kemerosotan umur atau usia tua (anda sendiri pasti pernah atau akan mengalami salah satu dari hal ini kelak, kecuali anda seorang superman). Adakah pemerintahan negara yang sanggup mengatasi problem mendasar ini??? bahkan raja atau presiden sehebat apapun toh pada akhirnya akan mati.

Terpaksa saya harus kutip lagi ayat dari Kitab Suci: Mazmur pasal 146:3,4 "Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.
Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.

Belum lagi problem-problem tambahan lainnya seperti tingkat kejahatan yang semakin tinggi, peperangan, bencana alam, masalah politik, sosial, etnic, kelaparan, masalah kemiskinan atau kerusakan ekonomi, masalah merosotnya moralitas, dan banyak lagi problem lainnya uang masih belum teratasi secara permanen dan tuntas oleh penguasa manusia. Saya tidak menyalahkan pemerintah manapun, Kitab suci-lah yang mengatakan bahwa manusia harus kembali bersandar kepada ang penciptanya, jadi bukan saya yang mengatakan hal itu.

Saya tidak tahu apakah anda percaya akan eksistensi Tuhan atau tidak (Atheis), atau mungkin anda seorang Agnostic yang percaya adanya Tuhan namun tidak percaya agama dan kitab suci sebagai landasan kebenaran. Saya curious juga tentang hal ini. Kalau anda tidak percaya Tuhan dan Kitab Suci apapun maka pasti anda akan sulit memahami pandangan saya.

Namun demikian apa yang saya jabarkan adalah fakta kehidupan yang tidak bisa disangkal kebenarannya apabila kita mau jujur dan rendah hati mengakuinya.


Salam damai,
Ronald T. Gultom

10:45 PM  
Blogger gentong said...

Apa jadinya kalo Mas Ronald kehilangan Kitabnya ya ?

*Just a thought

10:04 AM  
Blogger gentong said...

Berikut saya postingan kiriman dari seseorang. mgkn bisa memberikan satu nada sbg ilham suatu lagu dalam alunan melodi kita.

Penghapusan semua ilusi.

Mempelajari diri kalian sendiri merupakan awal meditasi; dimana bersamaan dengan mempelajari diri kalian sendiri, terjadi penghapusan terhadap semua ilusi. Dan itu benar-benar esensial, karena untuk menemukan apa yang sejati —apabila memang ada kesujatian itu, sesuatu yang melampaui ukuran itu— penipuan-diri mesti sirna. Penipuan-diri ada manakala ada keinginan akan kesenangan, akan kenyamanan, akan kepuasan.

Proses [penipuan-diri] itu, tentu saja, sangat sederhana. Di dalam keinginan kalian akan kepuasan, kalian menciptakan ilusi dan disanalah kalian terpancang seumur-hidup kalian. Disanalah kalian merasa puas; dan kebanykan orang merasa puas manakala mereka percaya kepada Tuhan. Mereka takut terhadap kehidupan, terhadap ketidak-amanan, terhadap huru-hara, terhadap penderitaan yang mendalam, terhadap rasa bersalah, terhadap kegelisahan, terhadap kepedihan dan kesengsaraan hidup; makanya mereka akhirnya mereka menciptakan sesuatu, yang mereka sebut dengan Tuhan, dan mempercayai itu. Dan mereka menetapkan diri mereka untuk percaya bahwa mereka telah memperoleh visi-visi dan menjadi orang-orang suci, dan semua hal jenisnya. Mereka tidak mencoba menemukan apakah ada suatu realitas atau tidak. Apakah ada kemungkinannya itu ada, atau mungkin saja tidak ada; kalian sendirilah yang harus menemukannya. Dimana guna menemukannya mesti ada kebebasan pada awalnya, dan bukan pada akhirnya — bebas dari semua hal-hal ini, seperti ambisi, keserakahan, iri-dengki, [hasrat yang kuat akan] kemasyuran, ingin menjadi orang penting dan semua hal yang bersifat kekanak-kanakan itu.

Jadi manakala kalian mempelajari diri kalian sendiri kalian masuk ke dalam diri kalian sendiri, bukan hanya pada tataran sadar saja melainkan hingga kedalaman, hingga tataran tak-sadar, dan membawa keluar semua bentuk keinginan rahasia kalian, pengejaran-pengejar an rahasia, desakan-desakan dan tekanan-tekanan rahasia kalian. Dengan begitu kekuatannya untuk menciptakan ilusi hancur karena kalian telah menggelar fondasi yang benar.

Bersamaan dengan batin, otak memeriksa disinya sendiri, mengawasi dirinya sendiri di dalam gerak kehidupan, tidak mengijinkan satu bentuk pemikiran atau perasaan manapun lolos tanpa pencermatan, pemahaman terhadapnya, maka totalitas dari semua itulah keawasan (awareness). Ia adalah awas (aware) sepenuhnya akan diri kalian sendiri, tanpa pengutukan, tanpa pembenaran, tanpa pilih-pilih —suatu penceramatan atas wajah kalian di depan cermin. Kalian tidak bisa berkata, ‘Saya berharap punya wajah lain’, ia tepat ada disana.

Dan melalui pemahaman-diri ini, otak —yang mekanis itu, yang terus-menerus ngomel itu, yang menanggapi setiap pengaruh, setiap tantangan itu— menjadi teramat sangat heneng, peka dan hidup. Ia bukan otak yang mati; ia adalah otak yang aktif, dinamis, otak yang siaga tetapi diam, heneng, karena ia tak punya konflik. Ia heneng karena ia telah menyingkirkan, telah memahami semua problema yang telah ia ciptakan bagi dirinya sendiri. Betapapun juga, problema ada hanya manakala kalian tidak memahami persoalannya. Manakala pikiran sepenuhnya dipahami, ambisi sepenuhnya telah diperiksa, maka tidak ada lagi problema ambisi lebih jauh lagi: ia selesai. Dan dengan begitu otak heneng.

Dari: PARIS, 8TH PUBLIC TALK, 21ST SEPTEMBER 1961.

********* ********* ********* ******
Ketika si aku berkata “Saya harus rendah-hati”,
ia sebetulnya sedang berupaya menyembunyikan ketinggi-hatiannya.
Dan ketika ia kemudian berkata “Saya sudah rendah-hati”,
ia sebetulnya menyatakan dengan tegas ketinggi-hatiannya itu.

~anonymous 051106-02.
************ ********* ********* *

2:27 AM  
Blogger gentong said...

tambah nada lagi ...

Observasi Murni.

Kita akan mencaritahu apakah ada bagian dari otak ini yang tak terkondisi. Semua ini adalah meditasi, mencaritahu. Bisakah orang sadar akan keterkodisian di dalam mana ia hidup? Bisakah Anda menyadari keterkondisian Anda sebagai seorang Kristen, seorang Kapitalis, seorang Sosialis, seorang Liberalis, dimana Anda percaya akan ini dan tidak percaya akan itu? —semua itu merupakan bagian dari keterkondisian. Bisakah seorang anak manusia sadar akan keterkondisian itu? Bisakah Anda awas terhadap kesadaran Anda? —bukan sebagai pemerhati, melainkan Andalah kesadaran itu.

Dan bila Anda sadar, siapakah yang sadar itu? Apakah pikiran yang sadar bahwasanya ia terkondisi? Kalau begitu maka ia masih ada di dalam wilayah realitas yang terkondisi. Atau apakah disana ada observasi, sebentuk kesadaran di dalam mana ada observasi murni? Apakah itu suatu tindakan, ataukah suatu seni penyimakan murni?

Dicuplik dari: TRUTH AND ACTUALITY, PART II, CHAPTER 9.

3:58 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Dear All,

Terimakasih atas PUISI atau LIRIK LAGUnya yang masih "abstract" buat saya (saya sampai baca ulang beberapa kali kutipan tulisan Zhen supaya bisa paham, tapi maaf saya harus jujur mengatakan hal ini, saya jadi agak pusing membaca kutipan tulisan anda tersebut, kenapa ya? bisa bantu saya jelaskan dengan bahasa awam.

Kebenaran buat saya sederhana saja dan dapat dijabarkan dengan bahasa awam yang tidak muluk-muluk, bukan seperti pidato seorang petapa yang baru keluar dari gua mendapat pencerahan abstract.

Topik utama dari seluruh tulisan saya dalam blog pribadi adalah tentang KEBENARAN SEJATI. Lalu apa itu Kebenaran Sejati? saya memang tidak mengungkapkan secara eksplisit apa itu dan kelihatan seperti mengambang, nah justru itulah yang terus saya riset dan saya ingin mengajak siapa saja yang tertarik untuk ikut menyelidikinya.

Silahkan lihat di kamus apa arti dari frase "kebenaran sejati", kamus yang saya baca mengatakan arti dari kata kebenaran atau dalam bahasa Inggris "Truthful"
1. honest: telling the truth, or tending to tell the truth
2. accurate: corresponding to fact or reality

Contoh sederhana, jika anda mengatakan ayam itu kakinya delapan, itu bukan kebenaran sejati karena ayam kakinya hanya dua (tentu yang saya maksud adalah ayam normal bukan ayam cacat), atau jika anda mengatakan matahari terbit dari utara dan terbenam di selatan itu juga bukan kebenaran sejati, karena yang benar adalah matahari terbit dari timur dan terbenam di barat.

Jadi kebenaran sejati = kejujuran, kenyataan, dan realitas, bukan abstract. Kalau dikaitkan dengan konsep kepercayaan atau agama, halnya sama dengan ilustrasi tadi, yaitu bersaksi tentang agama mana yang benar-benar menjalankan secara murni dan konsekuen hukum-hukum Tuhan yang tertuang dalam kitab suci. Contoh jika kitab suci melarang umat beragama untuk membunuh apapun alasannya, apakah bisa dibenarkan jika suatu institusi agama tertentu melanggar pasal-pasal hukum dalam kitab suci tersebut dengan membiarkan umatnya saling membunuh?

Saya tidak punya hak menyalahkan pemerintah manusia manapun di dunia ini dalam kinerjanya yang buruk, Kitab suci-lah yang mengatakan bahwa manusia harus kembali bersandar kepada yang penciptanya, jadi bukan saya yang mengatakan hal itu. Namun kalau kita melihat bukti dan fakta-fakta bahwa memang kenyataanya demikian, kenapa tidak berani mengakui bahwa ayat dari kitab suci itu benar dan akurat.

"Jeremia 10:23 Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya."

Jadi walaupun salah satu pembahasannya memang menyangkut ke Agama, namun soal Kebenaran Sejati memiliki aspek yang sangat luas tapi pada akhirnya mau tak mau akan bermuara kepada pengkajian akan Kitab Suci tertentu, yang semestinya menjadi indikator dan acuan kebenaran, paling tidak buat saya pribadi.


Salam,
Ronald T.G

6:52 AM  
Blogger gentong said...

Halo
dari yg saya tulis sepertinya sangat jelas dan saya tidak mengerti dimana yg anda tidak mengerti .
Dan saya jg bertanya apakah byk yg tidak mengerti ? mgkn pihak lain silahkan memberi pendapatnya.
saya kira comment di blog ini akan kita teruskan di diskusi saja.
karena antara comment antara saya, notalking dan anda tidak saling menyambung apa yg ditanyakan dan apa yg dijawab.

Sekian
Zhen

8:23 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Ok Zhen, anda tanya saya apa yang saya kurang mengerti dari posting kutipan anda sebelumnya, kalimat inilah yang saya kurang paham maknanya apa (coba dijelaskan kpd saya dengan bahasa awam):

"Mempelajari diri kalian sendiri merupakan awal meditasi; dimana bersamaan dengan mempelajari diri kalian sendiri, terjadi penghapusan terhadap semua ilusi. Dan itu benar-benar esensial, karena untuk menemukan apa yang sejati —apabila memang ada kesujatian itu, sesuatu yang melampaui ukuran itu— penipuan-diri mesti sirna. Penipuan-diri ada manakala ada keinginan akan kesenangan, akan kenyamanan, akan kepuasan. Proses [penipuan-diri] itu, tentu saja, sangat sederhana. Di dalam keinginan kalian akan kepuasan, kalian menciptakan ilusi dan disanalah kalian terpancang seumur-hidup kalian."

Mohon pencerahan.

7:03 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Ada satu tanggapan lagi atas komentar dari Zhen kepada saya :

"Apa jadinya kalo Mas Ronald kehilangan Kitabnya ya?"

*Just a thought.

Sebelum menjawabnya, saya ingin bertanya balik kepada Zhen:
"Apa jadinya kalo Zhen sendiri kehilangan gurunya atau suhu aikido-nya atau mungkin kehilangan kitab kungfunya, atau kehilangan buku-buku filsafatnya?"

Kalau Zhen bisa merasakannya, maka demikian juga yang akan dirasakan orang lain jika kehilangan sesuatu yang bisa dijadikan pegangan hidupnya.

Simple saja bukan? suatu fakta kebenaran yang sederhana bukan?.

Tapi buat saya pribadi, kitab suci tidak mungkin hilang, bahkan fakta sejarah membuktikan kitab suci telah terpelihara selama sekitar 3500 tahun. Mengapa? karena pemeliharaannya ada campur tangan dari sang pemberi ilham bagi para penulis kitab tersebut yaitu Tuhan sang maha pencipta.

Silahkan baca sejarah eksistensi kitab suci (Taurat/Pentateuch, Zabur/Mazmur & Gospel/Injil) telah ditulis +/- 1513BC s/d +/- 96AD.

Salam,
RTG

7:16 AM  
Blogger gentong said...

Menanggapi tanggapan yg tidak mengerti bisa diartikan begini :

Mempelajari diri ini ada di meditasi, yakni dgn mulai memperhatikan pikiran kita dan tubuh kita. Dalam hidup ini kita kadang berkutat pada hal hal yg sbnarnya kita sendiripun tidak tau apa itu benar atau tidak.
sperti yg mas ronald katakan "pada titik kulminasi akhirnya merubah
mindset anda" pada saat ini anda merubah mindset anda terhadap apa yg
anda mau percaya atau yakini.
( kita bisa berdebat 30hari 30 malam ttg keyakinan anda, tetapi keyakinan
adalah masih dalam kepercayaan anda ,tetapi bukan mutlak berarti benar.
Org bisa meyakini dia diculik ALIEN , dsb.)

bagi bbrp org merubah mindset dikarenakan dia merasa sesuatu itu benar
baginya tetapi apakah itu benar, kita tidak tau, tetapi yg pasti dia merasa benar.
mempelajari diri itu melepaskan semua pemikiran , kenyamanan dan kepuasan
yg kita mau dan pada saat itulah yg dinamakan "enlightment" dimana tidak ada
kemauan atau ketiadaan "aku" dan yg jg dinamakan "total menyerahkan diri
kepada Pencipta*" yg pernah saya refer "Wu Wei" 'No Mind" atau 'No Self"
Jika anda mempelajari dan mencari ini dan itu .
yg saya pelajari justru melepaskannya.
saya harap anda dapat mengerti.

Utk masalah 'Hilangnya Kitab itu " cuman satu joke kok jadi serius ya ?
sampai keluar undang undangnya .
"Mengenai hilangnya guru saya , buku saya , atau filsafat saya "
Jika saya bisa hilang semuanya saya tentu sangat bersyukur dan apalagi
hilangnya semua ego saya.
pada saat itu saya akan sangat bahagia dan saya akan menjadi guru
untuk mengajar yg lain"

*Pencipta yg saya refer adalah begini
Anda mengatakan bahwa kita mempelajari Pencipta dari Agama.
Jika saja org pernah merenung , darimanakan kita berasal ?
Tentunya ada satu beginning dari ketiadaan menjadi Ada
dan disitulah yg dinamakan Penciptaan,
Apakah itu sosok ? atau apa ? saya terus terang tidak tahu
tetapi proses dari Tidak ada menjadi adalah itulah Penciptaaan yg dimaksud .

Regards
Zhen

8:36 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Nah...akhirnya diskusi kita sampai juga pada "muara" kitab suci, karena Mr.Notalkingnow sudah mulai mengutip dan mengkritisi kitab suci.

Inilah yang saya maksudkan dengan frase "pengkajian kitab suci" yang idealnya menjadi landasan kebenaran.

Saya tidak mungkin menjabarkan segala hal yang saya selidiki dari kitab suci, karena itu akan berupa tulisan yang amat-sangat panjang sekali. Tapi saya akan jawab sedikit pertanyaan dari 'Notalkingnow' untuk bahan renungan dan diskusi kita selanjutnya.

Anda mengutip kitab Leviticus 24:17-22, dan anda katakan bahwa ayat ini menganjurkan agar penganutnya membalas dendam.

Coba bandingkan dengan kitab Injil:
Roma 12:17 "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!"

1 Petrus 3:9 "dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat."

Yesus Kristus mengatakan di dalam kitab injil:

Matius 5:44 "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu."

Lukas 6:27 "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.

Matius 5:39 "Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu."

Loh koq kelihatannya ada kontradiksi ayat ya??? WHATS WRONG WITH THOSE VERSUS??? Mengapa bisa begitu??? Apakah ayat-ayat Alkitab saling bertentangan??? ayat yang satu bilang agar balas kejahatan sedangkan ayat yang lain bilang jangan balas kejahatan???

Nah saya mengajak anda semua untuk menyelidikinya. Dibutuhkan waktu dan effort dalam menyelidikinya. Saya sudah menyelikinya sejak sekitar thn 1987 sampai sekarang.

Midset saya mungkin sangat jauh berbeda dengan orang Kristen pada umumnya, Saya sangat benci dengan paradigma "fanatik buta" atau "iman yang tidak didasari atas pengetahuan yang seksama" buat saya kebenaran sejati harus bisa dibuktikan dan tidak bertentangan dengan konsep Ilmiah, kebenaran harus bisa dibuktikan.

Salam damai tanpa balas-membalas.
Ronald T. G

1:15 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Anda bertanya: "masih lama?"

Buat saya belajar sama seperti bernafas, tidak akan ada habisnya, selama kita hidup kita akan terus belajar. Bukankah anda juga demikian?

Hehehe....Mr.notalkingnow, saya agak heran juga, kenapa sih sepertinya anda berupaya terus utk menyerang pribadi saya dan sibuk mencari-cari sesuatu yg dapat memojokkan saya, seranglah argumen yang saya ajukan, seranglah argumen kitab suci yang saya kutip, tidak usah repot2 menyerang pribadi saya karena yang saya tulis dan informasikan kepada anda bukanlah kebenaran ciptaan saya, melainkan kebenaran yang sudah ada sejak dahulu kala (kitab suci), saya hanya "copy paste" dari apa yang saya pelajari itu ditambah dengan hasil renungan diri, itu saja.

Mengapa saya katakan seolah-olah anda hanya mencari-cari kesalahan saya, karena kontradiksi ayat yang saya kutip sebelumnya pun tidak anda beri tanggapan?.

Coba anda jawab dengan jujur, apa yang salah dari kutipan ayat saya tsb:

Kitab Roma 12:17 "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!"

Apakah anda tidak setuju bahwa bunyi dari ayat tersebut sangat baik dan luhur untuk diterapkan???

Anda mengatakan kpd saya: "tidak kelihatan dari posting2 anda usaha untuk membuktikan kebenaran tersebut, hanya defensive statements yang mendukung pandangan anda"

Menurut saya Level diskusi kita masih dalam taraf "perkenalan" dan "tukar-pikiran", belum saatnya meningkat ke level testimonial yang sifatnya merupakan ajang kesaksian, jika anda ingin sampai ke level kesaksian saya bersedia namun tempatnya bukan lewat media blog, lebih efektif jika bertemu langsung dan berbicara empat mata jika sampai pada taraf itu.

Mengenai blog pribadi saya memang bukan saya create untuk menulis segala hal tentang kebenaran karena untuk membuat tulisan seperti itu tidak akan proporsional dituangkan dalam sebuah blog. Tulisan blog saya hanyalah berisi "oret-oretan singkat" hasil renungan pribadi semata tentang kebenaran yang saya sedang pelajari. Saya belum kredibel utk bikin tulisan panjang dalam sebuah buku tentang itu.

Sebenarnya ada ribuan buku-buku yang telah ditulis oleh para rohaniwan yang kompeten baik individu maupun kelompok sepanjang sejarah. Di dunia yang kacau balau ini ternyata masih ada kelompok riset study kebenaran yang menurut saya concern dengan segala hal yang sedang terjadi di bumi ini, check this site: http://www.watchtower.org dan kelompok ini menerbitkan banyak sekali publikasi dan buku-buku.

Saya merasa belum kompeten utk menulis buku, namun saya senang membaca, merenung, berpikir dan bernalar, nah hasilnya saya tuliskan di blog pribadi saya, itu saja.

Salam damai,
RTG

10:48 PM  
Blogger gentong said...

Mr Ronald
anda mengatakan

"... sepertinya anda berupaya terus utk menyerang pribadi saya ...... seranglah argumen yang saya ajukan, seranglah argumen kitab suci yang saya kutip"

kalau anda ingin saya ataupun notalking menyerang argumen kitab suci , i guess better not waste your time here....

dan kalau anda bilang "saya hanya "copy paste"
saya kira google dan wikipedia lebih capable dari anda.
dan jika suatu hari saya perlu quote dan copy paste sesuatu dari kitab suci, I am sure gonna email you ask for help karena "you only copy paste" - capability

so AGAIN ... better not waste time here...

7:51 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Dear all,

Mengapa saya sering katakan "Copy Paste"....Apa makna jargon itu sebenarnya?

Marilah kita semua jujur terhadap diri sendiri dan kpd orang lain, bahwa sebenarnya tidak ada suatu konsep apapun yang baru di dunia ini dan tidak ada ide yang benar-benar murni ciptaan kita sendiri. Segalanya sudah ada sejak dahulu kala, kita semua sebenarnya hanya "copy paste" saja, paling tidak "copy paste" konsep dasarnya kemudian ditinjau lebih jauh melalui renungan pribadi dengan perspective pribadi.

Demikian juga dengan anda, apakah anda telah menciptakan suatu konsep yang benar-benar baru? coba jawab dengan jujur, saya yakin anda juga "copy paste" entah itu dari guru anda, atau dari para filsuf idola anda, atau mungkin dari buku-buku pedoman yang anda miliki.

Bahkan Sidharta Gautama (seorang pangeran beragama Hindu yang katanya menemukan pencerahan & belakangan merintis agama Budha), Konfusius (perintis agama Kong Hu Chu), Marthin Luther (mereformasi Kristen Katolik sehingga mungul Kristen Protestan), mereka semua ini tidak menciptakan agama baru, mereka hanya mengubah sistem agama yang sudah ada sebelumnya. Bahkan nabi Muhammad (perintis Islam) juga difirmankan agar ber-iman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran (yaitu kitab Taurat, Zabur/Mazmur & Injil). Karena itulah adama Islam juga mengenal nabi yang sama dengan agama Kristen seperti nabi Isa/Yesus, nabi Ibrahim/Abraham, nabi Musa, nabi Saulaiman/Salomo dll. So tidak ada yang baru bukan....

Saya kutib ayat Al-Quran yang mendukung hal itu :

Surat-AlBaqara (2):136 - Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

Surat-Aal e Imran (3):84 Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri."

So siapakah kita-kita ini sehingga ngaku2 menciptakan konsep baru.....? nothing kan? karena itulah saya katakan "copy paste", karena tokoh-tokoh perintis agama jaman dahulu juga pada "copy paste".

Jadi hasil dari renungan saya adalah bahwa Kebenaran sudah ada sejak dahulu kala, bahkan sejak bumi belum diciptakan. Mengapa saya katakan demikian karena sumber kebenaran itu berasal dari Tuhan sang pencipta alam semesta ini. Layaknya sebuah pabrik produsen barang tertentu mengeluarkan manual book beserta produknya, setelah Tuhan menciptakan segala sesuatu DIA juga menurunkan "manual book" kepada umat manusia yang disebut dengan Kitab Suci. Hanya persoalannya sekarang ada begitu banyak kitab suci di dunia ini, mana yang benar-benar murni berasal dari Firman Tuhan, hal ini perlu pengkajian.

Itulah yang saya tuangkan dalam renungan saya tentang kebenaran sejati dalam blog pribadi saya.

Kitab injil Yohanes 17:17 mengatakan "Firman Tuhan adalah KEBENARAN"

Anda katakan "kalau tidak yakin.. jangan quote." ....koq rada aneh yah kesimpulan anda ini. Justru karena saya yakin bahwa semestinya ada kebenaran yang sejati yang absolute makanya saya tulis blog tentang itu, hanya saja dengan "language style" saya sendiri. Apakah kebenaran sejati itu? yaitu Kitab Suci yang sejati yang berasal dari Tuhan yang sejati, bagaimana kita bisa mengetahui mana Kitab Suci yang sejati dan Tuhan yang sejati? karena ada banyak Kitab dan banyak Tuhan, nah...Agama yang sejati akan membantu kita meng-identifikasi hal tersebut.

1. Kitab Suci Yang Sejati
2. Tuhan Yang Sejati
3. Agama Yang Sejati

Silahkan merenung, dan jika anda merasa sudah menciptakan kebenaran baru silahkan, tapi saya tidak demikian, saya hanya mengumpulkan sumber-sumber yang terpercaya dan terbukti kebenarannya serta bisa dipertanggungjawabkan. Itu semua saya kumpulkan sebagai bahan riset dan renungan saya pribadi.

Saya kutip lagi ayat Alkitab di bawah ini sehubungan dengan hal tadi:

Pkh 34:9-10 Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.

Kebenaran itu seperti puzzle yang telah berserakan di sana-sini sepanjang sejarah. Tinggal siapa yang concern untuk mengumpulkan serakan kebenaran itu menjadi satu kembali, siapakah yang concern akan hal itu? untungnya ada.....

Salam,
RTG

11:26 PM  
Blogger gentong said...

Mr Ronald.
Anda mengatakan tidak ada konsep yg baru. Jika tidak ada konsep yg baru mengapa anda merenung sekian dari thn 87 jika saya tidak salah.
Anda mengatakan tidak ada konsep baru tetapi bknkah anda dgn renungan dan pikiran anda berusaha mencari konsep baru yg namanya "kebenaran sejati" itu .
anda menulis
"Marthin Luther (mereformasi Kristen Katolik sehingga mungul Kristen Protestan), mereka semua ini tidak menciptakan agama baru, mereka hanya mengubah sistem agama yang sudah ada sebelumnya."
Apakah dibenarkan manusia utk mereformasi agama seperti Martin Luther King ?

banyak org yg mengutip isi dari kitab utk kepentingan pribadi mereka, saya tidak mengatakan kitab salah. selama mengajarkan kebaikan itu tidaklah masalah.
tetapi sudah melenceng jika ego dan nafsu org bermain dgn mengatakan
"Mata gua paling bagus"
"Hidung gua paling mancung"

kenapa copy n paste ? Byk org mengutip seakan akan mereka sudah mengerti dan paham ? Tetapi ap mereka mengerti ? Blon tentu , tetapi membuat mereka seolah olah mengerti.
untuk itu saya lebih senang org yg menghindari mengutip langsung jika terjadi suatu konflik yg harus dijelaskan dari "hasil latihan" * nya itu

Utk menanggapi lebih lanjut .......
Begini saja deh pak biar gak lompat sana sini. G pin point yg mesti anda jawab.
1. Anda mengatakan hanya 1 agama yg benar ? (ya atau tidak)
2. Apakah agama yg lain salah ?
3. jika begitu anda berpegang pada brp kitab ? Karena saya melihat anda mengutip dari alquran ?
Mari kita mencoba mendengar dulu jawaban anda dulu.


Regards
Zhen

5:48 PM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Zen bertanya: "Jika tidak ada konsep yg baru mengapa anda merenung dari thn 87 ...."

Saya sudah jawab itu sebelumnya, dan seperti biasa saya harus mengulangi lagi nulis jawaban yg sama kepada anda, coba baca bagian akhir komentar saya: "Kebenaran itu seperti puzzle yang telah berserakan di sana-sini sepanjang sejarah. Tinggal siapa yang concern untuk mengumpulkan serakan kebenaran itu menjadi satu kembali"

Coba baca lagi tulisan komentar saya di bagian tengah "saya hanya mengumpulkan sumber-sumber yang terpercaya dan terbukti kebenarannya serta bisa dipertanggungjawabkan. Itu semua saya kumpulkan sebagai bahan riset dan renungan saya pribadi". Itulah yang saya lakukan dalam perenungan pribadi selama ini yaitu mengumpulkan fakta-fakta, bukti-bukti dari berbagai sumber yang terpercaya atau paling tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Apakah notalkingnow pernah menciptakan konsep/ide yang benar2 baru? jawaban darinya: so pasti. itu kerjaan saya sehari-hari. ide dan konsep baru. (wah hebat...saya ingin tahu juga apa sih ide dan konsep murni yg baru tanpa plagiat dari Mr.Notalkingnow)

Mr.Notalkingnow, mengutip atau copy-paste tidaklah "plagiat", semua tesis yang pernah ditulis oleh orang yang menyelesaikan kuliahnya sampai jenjang S1, S2 & S3 banyak mengutip tulisan-tulisan dari hasil riset mereka, oleh sebab itulah setiap skrispsi selalu ada "DAFTAR PUSTAKA" di bagian belakang karya tulisnya yang merupakan sumber kutipan dan acuan dari bahan skripsi mereka, so sekali lagi tidak ada yg baru bukan???.

Jadi definisi "kutipan" atau "copy-paste" itu adalah = sumber referensi atau rujukan dari hasil riset pribadi untuk menunjang suatu penelitian terhadap suatu konsep tertentu. Berbeda dengan plagiat, kalau plagiat=membajak, yang definisinya adalah mengcopy secara mendasar konsep keseluruhan dari suatu tulisan untuk dipublikasikan demi kepentingan pribadi.

Mr.Notalkingnow mengatakan "copy / paste? sorry ya.. saya tidak suka membeo dari buku apapun, paling anti dengan plagiat dan saya anjurkan agar anda dan semua orang juga harus belajar berpikir kritis." ...wah..wah..wah luar biasa, hebat sekali yah rekan kita ini, sedangkan ilmuwan jenius Albert Einsten saja mengakui bahwa dia banyak terinspirasi dari teorinya Isaac Newton yang sudah diluncurkan sebelumnya.

Bagaimana dengan Zen sendiri, apakah zen tidak pernah mengutip apapun dari sumber manapun??? Coba anda simak lagi komentar Zen yang mengutip tulisan Dari: PARIS, 8TH PUBLIC TALK, 21ST SEPTEMBER 1961.

So, marilah kita rendah hati mengakui keterbatasan kita sebagai manusia, jangan arogan, tidakkah itu yang diajarkan oleh konsep Aikido/Zen yang kalian sedang dalami??? Kalau kita memang pernah belajar dan mengutip tulisan sebelumnya akuilah itu dengan jujur dan rendah hati. Kalian mengatakan agar "bersihkan hati" seperti itukah hasil implementasi dari bersihkan hati???

Zen bertanya kpd saya:
1. Anda mengatakan hanya 1 agama yg benar ? (ya atau tidak)
.......Sudah saya jawab di blog pribadi saya sebelumnya, silahkan baca.......

2. Apakah agama yg lain salah ?
........ini juga sudah saya jawab dalam tulisan saya di blog........

3. jika begitu anda berpegang pada brp kitab ? Karena saya melihat anda mengutip dari alquran ?
........ini juga sebenarnya sudah saya jawab secara implisit, karena layaknya seorang pengumpul fakta seperti ilustrasi seorang detektif yang sedang memecahkan suatu kasus tertentu, saya membaca semua sumber untuk melihat mana yang terpercaya dan terbukti benar......

Salam damai,
RTG

12:45 AM  
Blogger gentong said...

Ronald
saya heran mengapa anda ingin berdiskusi, sbnarnya apa yg anda ingin diskusikan pd tgl 9 desember mendatang sbnarnya jg sudah saya jawab dari awal.
di antara kita jelas ada 1 org yg krg mengerti arti dari bahasa indonesia, atau tidak mau mengerti.

dan sekali lagi anda selalu berkelit jika ditanya ....

saya tidak bilang tidak belajar dari sumber manapun ? dan tidak pula tidak berpikir tidak ada konsep pemikiran baru yg bisa diciptakan ?

saya hanya tidak berlindung di balik daftar pustaka karena akan seperti berbicara kepada buku.

Untuk masalah puzzle yg berserakan,
saya kira lebih bijak anda selesaikan puzzlenya dulu sampai jadi gambarnya baru anda mencoba berdiskusi atau membandingkan atau "show" kepada kita kita puzzle yg telah anda susun.
karena puzzle yg berserakan sangat mungkin masih salah dipasang.


Regards
Zhen

1:50 AM  
Blogger Madewa said...

Hmmm, ini kayanya udah lewat batas toleransi kekonyolan wajar nih ya?

Zhen dan notalkingnow membahas kehidupan di mana mereka menjalani kedalaman diri melalui pemahaman no mind atau wu wei yang diajarkan dan didalami oleh hampir semua aikidoka.

RTG membahas mendalami hidup melalui pendalaman pemahaman dengan medium agama dan kitab sucinya.

Ini jelas sudah tidak berhubungan antara yang satu dengan yang lain. Adapula RTG selalu menyatakan "setuju" tapi menekankan poin sendiri lagi ke argumen ini.

Aikido dan filsafat itu bukan ajaran agama, melainkan self understanding method to better a person's understanding in life, etc.

Setiap orang punya pandangan sendiri, mau dipaksain gimana juga tidak akan berguna. Ini sama saja seperti suruh orang melihat hidup dari segi pandang anda. Ini adalah kelemahan utama dari komunitas beragama yang ada di dunia sekarang ini. Why must you people insist your opinion and religion upon someone else?

Kenapa ada banyak perang di dunia sekarang ini? Jawabannya: economy and political reasons.

Kenapa ada banyak terrorism di dunia sekarang ini? Jawabannya: economy and political reasons.

Apakah anda pakar politik maupun ekonomi melewati batas asal paham dan berspekulasi melalui info berita di koran dan media massa lainnya? Kalau bukan, anda tidak memiliki kapasitas untuk menjawab apapun yang berhubungan dengan hal - hal di atas.

Please lah, this argument is getting more and more ridiculous by each post.

Btw, nice article Zhen... udah sampai tahap zen beneran nih latihan aikidonya ya? hehehe

2:25 AM  
Blogger Madewa said...

Balik megenai masalah plagiat, ini definisi memang benar (tapi terlalu baku n mirip sama buku, hmmm)

Plagiat itu memang berdefinisi demikian, namun aplikasi yang benar di sini adalah mencemarkan nama baik.

contoh:
siswa yang menyusun skripsi mengutip dan menggunakan artikel maupun opini sebagai referensi di skripsinya dengan menyebutkan sumber di DAFTAR PUSTAKA. ini jelas bukan plagiat.

namun kalau opini dan artikel itu digunakan oleh seseorang untuk mendiskredit seseorang maupun mencoreng nama baik orang lain dengan niat tidak jelas itu jelas mencemarkan nama baik pengarang. maka itulah sering terjadi kasus di mana pengarang menuntut pihak yang menyalahgunakan karyanya itu.

soal budha, hindu, kristen, etc... yang RTG klaim hanya "copy paste" ajaran agama yang sudah ada dan mendirikan agama baru. ada bukti hard evidence yang mendukung teori ini selain kutipan lagi?

please, don't try being a lawyer in front of one. internet itu memang sumber informasi yang bagus, but don't use it to pretend to be someone you're not.

Di sini bapak sudah bergaya jadi pendeta, filsuf, poitikus, dan sekarang lawyer.

When will it be enough for you? Can you be so arrogant to see that your point of view is your own and not necessarily in tune with other people's point of view?

2:37 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Dear All,

Tadi saya coba baca ulang kembali mulai dari awal semua posting komentar dari kita masing-masing di media blog sdr.Zhen ini, Dan ternyata saya melihat bahwa telah terjadi kesalah-pahaman di antara kita yang saya kira perlu diluruskan.

Ok, Let's make it clear.

1) Adanya kesalahpahaman dari kalian bahwa saya seolah-olah menentang habis-habisan konsep dan tulisan dari blognya Zhen, saya tidak menentang melainkan hanya mengajak anda semua melihat perspective lain dari latarbelakang dan dasar fundamental yang berbeda dengan filsafat (yaitu: kitab suci, agama dan keTuhanan). Soal dampak dari argumen saya yang mengakibatkan kritikan tajam terhadap tulisan Zhen itu adalah resiko dari sebuah diskusi dan tukar menukar argumen, dan saya kira kita semua sudah dewasa dan siap untuk dikritik selama itu membangun, adakah kritikan saya yang bersifat menghakimi??? please let me know! saya juga siap dikritik selama itu bersifat membangun dan tidak masuk ke area personal.

2) Di dalam blog anda telah disediakan kolom komentar oleh developer media blog ini, maka bersiaplah menerima segala macam komentar kritikan yang dilontarkan oleh para pembaca tulisan anda (karena saya juga demikian dengan blog saya). Berpikiranlah positif bahwa jika ada yang tulis komentar di blog anda itu artinya masih ada yg mau bersedia meluangkan waktunya untuk baca-baca tulisan anda di sini, tidakkah anda sendiri yang menulis konsep tentang positive thinking dlm artikel yg berjudul "The Smile". Jika kita belum siap menerima kritikan atas tulisan kita menurut saya sebaiknya tidak usah mulai menulis di blog atau paling tidak hilangkan fasilitas comment dalam fitur blog anda.

3) Komentar-komentar saya semuanya memiliki landasan referensi dari berbagai sumber khususnya kitab suci yang saya yakini kebenarannya, jadi BUKAN MURNI pikiran saya pribadi. Saya juga senang berkreasi dan menciptakan hal-hal baru seperti sdr.Notalkingnow tapi jika menyangkut ke masalah spiritual, agama dan keTuhanan saya lebih memilih menyelidiki sumber yang telah ada sejak dahulu, yaitu kitab suci, atau lebih tepat saya katakan dengan istilah studi perbandingan. Karena itulah saya banyak mengutip ayat-ayat Alkitab bahkan juga dari kitab Al-Quran sebagai referensi/acuan komentar saya.

4) Mengenai tulisan di blog pribadi saya itu murni hasil dari renungan diri selama ini tidak ada plagiat atau nyontek tulisan dari sumber lain, namun demikian landasan berpikir saya dalam menulis banyak bersumber dari Alkitab dan bahan buku bacaan sekuler yang dapat dipertanggungjawabkan seperti Encyclopedia dan sumber-sumber informasi lainnya seperti koran, majalah dan internet. Tapi pada muaranya semuanya akan mengarah kepada satu sumber kebenaran yang seharusnya menjadi kebenaran sejati yaitu kebenaran ilahi, dari mana kita bisa tahu kebenaran sejati itu tentunya harus dari sumbernya langsung yaitu dari Tuhan (itulah hasil renungan saya, terserah kalau kalian tidak terima, just take it or leave it), bagaimana caranya kita bisa mendapatkan kebenaran Tuhan itu, yah tidak ada pilihan lain kecuali dari FirmanNya, dimana kita bisa temukan FirmanNya? yah saya pribadi berpendapat dari kitab suci yang dapat dibuktikan kebenarannya, kenapa harus dibuktikan dulu? karena ada begitu banyak kitab suci dan agama di dunia ini.

5) Saya tidak pernah melarang anda semua mengutip dari sumber manapun termasuk dari filsafat, Aikido, atau kitab kungfu, atau filosofi Budha dan lain-lain, namun fairnya ijinkan juga saya mengutip dari sumber yang saya riset, bukan untuk memaksa anda mengikuti saya, melainkan hanya memberi informasi dari apa yang telah saya pelajari. Saya ingin bertanya apakah jika anda mendengar khotbah Aa'Gym di televisi itu berarti dia telah memaksa anda untuk mengikutinya? tidak bukan? semuanya terserah kita mau terima atau tidak, saya senang mempelajari segala macam ilmu tapi itu bukan berarti saya menerima segala jenis ilmu tersebut, kita seharusnya sudah dewasa untuk dapat selektif memilih mana yg patut kita ikuti atau tidak.

6) Tidak ada satu kalimatpun yang berasal dari pikiran pribadi yang saya tulis untuk menghakimi orang lain atau institusi lain (tolong beritahu saya mana kalimat yang bernada penghakiman dari saya). Jika ada yg sepertinya bernada penghakiman itu semata-mata adalah fakta dan kenyataan yang saya lihat dan baca dari berbagai sumber informasi, saya bisa buktikan bahwa memang ada banyak "kesamaan" antara beberapa kitab suci atau pandangan filsafat di dunia ini karena saya sudah baca itu semua, sehingga saya berani katakan bahwa ada juga unsur "copy-paste" dalam beberapa konsep-konsep tertentu pada kitab suci tertentu, ini adalah fakta, bukan menghakimi. Kebenaran itu memang pahit jika dinyatakan. Contoh: menurut sejarah hari Natal 25-Des ternyata bukan hari lahir Yesus karena Yesus tidak lahir tgl 25-Des, perayaan itu berasal dari hari raya kelahiran Dewa Saturnalia / Dewa Matahari di Roma kuno, dan ditahbiskan oleh kaisar Konstantin menjadi perayaan Kristen. Apakah kita akan menutup-nutupi kebenaran ini hanya karena sudah menjadi tradisi turun-temurun di rayakan dan untuk membuat orang lain senang??? Menyampaikan fakta kebenaran bukanlah menghakimi, melainkan hanya memberi informasi seperti halnya acara berita di Televisi yang menayangkan informasi para koruptor.

7. Ada beberapa komentar-komentar dari anda semua yang saya tangkap tidak berupaya mematahkan argumen bernada

Dari semua kesalahpahaman itu, saya jadi berpikir kembali apakah layak diskusi ini kita lanjutkan??? saya agak ragu untuk melanjutkan diskusi tgl.9-des-2006 nanti, apabila "gaya" diskusinya seperti ini.

Begini saja, menurut saya jika diskusi ini masih ingin dilanjutkan kita semua harus siap saling tukar pikiran dan argumen, siap dikritik selama itu berdasar dan membangun. Silahkan gunakan referensi masing-masing, silahkan anda pakai refernsi filsafat anda dan biarkan saya pakai referensi kitab suci, fair kan?. Jangan saling menyerang pribadi atau menyerang orangnya tapi seranglah argumennya.

Saya agak "sedih" juga jika ternyata saya telah berdiskusi dengan orang-orang yang belum siap menerima kritikan (mohon maaf jika saya salah, tapi saya memang merasa demikian, silahkan koreksi saya jika salah).


Salam,
RTG

10:58 PM  
Blogger gentong said...

Saya sangat heran
stlah comment dan diskusi (apapun namanya) yg begitu panjang , anda mencoba membaca kembali dan melihat kesalah pahaman . Saya sangat heran bagaimana anda bisa salah paham stlah begitu panjang, apakah karena anda begitu antusias utk memaparkan anda yg tahu sehingga saudara RTG tidak tau apa yg sedang dibicarakan .
dan memang itu terbukti dan bukan hanya saya yg merasakan tetapi jg madewa yg menyatakan

"Adapula RTG selalu menyatakan "setuju" tapi menekankan poin sendiri lagi ke argumen ini."

mari kita telusuri tulisan terakhir ini
" adakah kritikan saya yang bersifat menghakimi???" bukankah ada yg mengatakan bahwa hanya ada satu agama yg benar ? logisnya berarti yg lain salah, kecuali anda mengatakan tidak berarti yg lain salah ya gak papa . (ini merupakan apa inti yg dibicarakan dalam comment ini ) coba deh dibaca balik lagi biar gak ada salah paham

tidak bisa menerima kritik itu ungkapan yg sangat konyol yg anda lontarkan menurut saya.
masalahnya apakah org yg mengkritik itu punya kredibilitas yg bisa dijadikan masukan ?
Jika org yg kritik aja srg salah paham bagaimana kita bisa menerimanya ?
Jika org yg kritik masih blon selesai pasang puzzlenya .
bagaimana kita bisa menerimanya ?

Hidup ini bahkan kita belajar dari anak kecil, pengemis dan siapa saja , bahkan burung .

dan yg terakhir anda mengatakan :
"Tidak ada satu kalimatpun yang berasal dari pikiran pribadi yang saya tulis untuk menghakimi orang lain atau institusi lain" *

kemudian remarksnya sbb :
* Jika ada yg sepertinya bernada penghakiman itu semata-mata adalah fakta dan kenyataan yang saya lihat dan baca dari berbagai sumber informasi
Jadi anda mengatakan fungsi anda hanya messenger saja tanpa melibatkan akal pikiran anda ?
dan anda sangat mungkin termasuk org yg salah mengikuti / membaca media.


Pak Gultom ,
utk sesaat lupakan lah apa yg anda mau tulis.
Anda harus mulai menilai , mengapa anda memegang semua buku yg anda baca ? bagaimana jika itu salah ? cobalah anda balik keadaannya , anda kan org yg berpendidikan.

Sadarilah jika anda merasa begitu benar , disitu ego dan nafsu sudah muncul.
nafsu dan ego utk membenarkan diri .
jgn mengatakan fakta yg anda baca yg mengatakan itu benar, bagaimana kalau itu salah ? yg menulis jg sama manusia yg mempunyai pikiran sperti anda yg sangat rapuh dan mudah dikuasai ego dan nafsu.

Pribadi anda cukup telaten dan mau mencari tau , tetapi kebanyakan org akan stuck di tengah jalan karena ego dan nafsu yg mulai ambil alih atas pikirannya .
Jika anda ingin mencari kebenaran sejati ,
jawabannya ada di tubuh dan pikiran anda .
Pelajari lah dulu pikiran anda baru anda bisa mencari lebih jauh.
Pelajari mengenai pikiran kamu bisa merasa kamu benar .

Regards
Zhen

7:00 PM  
Blogger gentong said...

wah rupanya saking serunya saya disentil sama moderator untuk bereaksi thp kritikan madewa.
sblmnya saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan utk mengunjungi blog ini .
ada bbrp yg saya ingin komentar jg dari pernyataan madewa.

yg kita bahas sebenarnya adalah "kebenaran" sbnarnya antara aikido dan medium agama memang berbeda tetapi mempunyai persamaan, mengapa saya mengatakan begitu.
pada intinya tujuan kita adalah untuk pelepasan diri / pikiran kita dari keterikatan duniawi tetapi untuk yg lebih besar , yg jika dalam agama mungkin dikatakan berserah kepada pencipta, jika di bela diri (aikido) atau yg lainnya dikatakan bersatu dgn alam.
mungkin dari kata itu berbeda tetapi konsepnya adalah sama, dan saya sendiri disini bertindak sebagai praktisi yg sedang menjalankan jalan ini.
tetapi bagaimanakah saya bisa mengatakan itu benar , bukan sperti sodara gultom yg baca dari media, tetapi saya bisa mengatakan kita bisa belajar dari hati dan pikiran kita.

Bagimana kah itu ? marilah kita coba bernalar dari akal budi saja.
Suatu agama mengajar para pemeluknya mengikuti ajarrannya , jika semua pemeluk menjalankannya bukankah akan terjadi satu keteraturan dalam segala bidang , karena berasaskan satu sumber yg sama.
misalkan ajaran tidak boleh membunuh dan cintailah musuhmu.
bukankah tidak akan terjadi pembunuhan karena semua rasa benci akan sirna karena kita diajarkan utk mencintai musuh.

nah bagaimana dgn Inti sari dari bela diri .
Bela diri pada level philosophy mengajarkan org utk menghargai hidup ini, dan nilai ini bisa ada jika seseorang bisa mengerti bahwa sehebat apapun dia , dia hanyalah bagian dari alam semesta yg ukurannya sangat kecil dan habis dikikis waktu.

jika semua org menerima pemahaman ini bukankah dunia jg akan teratur dan disitu dgn percaya kepada kitab ataupun tidak sama saja.

dan jika kita membicarakan dunia spiritual itu saya tidak mempunyai kapabilitas utk membicarakan hal itu.
sesuatu yg spiritual tidak bisa dibicarakan dari mendengar tulisan org lain kecuali anda mengalami sendiri .
sama seperti org yg membicarakan surga karena membaca kitab saja , kecuali dia sudah pergi dan kembali sperti Constantine .

tetapi dgn pikiran dan hati yg benar saja, yg essensial sudah bisa di hadapi .

Madewa mengatakan jawabannya adalah
"economy and political reasons. "
itu benar sekali , sumber ekonomi dan political itu apa ?
ya balik ke hati dan pikiran yg dikuasai oleh ego dan nafsu.
maka dari pertama saya membicarakan pembersihan hati dan pikiran, bukan berdebat dari daftar pustaka.

Demikian yg bisa saya sampaikan.

Regards
Zhen

8:44 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Ok, kalau begitu sekarang saya ingin menempatkan diri sebagai orang yang mau tahu lebih banyak dari ilmu filsafat anda, karena saya melihat anda semua telah memiliki self-confidence yang tinggi akan filsafat anda. Saya sering membaca istilah "pelepasan diri & pikiran", "membersihkan hati" dari posting2 dan juga email Yardi/Zhen kpd saya.

Saya ingin bertanya kepada anda semua:

- Apa sebenarnya definisi dari pelepasan diri/membersihkan hati menurut filsafat yang anda sedang anut dan pelajari?

- Bagaimana caranya melepaskan diri dan pikirian/membersihkan hati?

- Mengapa harus melepaskan diri, dan untuk tujuan apa membersihkan hati menurut filsafat anda, apa manfaatnya?

- Bagaimana kita bisa mengetahui cara melepaskan diri/membersihkan hati tanpa melalui kitab suci atau agama tertentu atau standard pedoman tertentu?

- Apa dasar dan standard berpijak atau pedoman anda dalam melepaskan diri / membersihkan hati anda?

- Jika menurut anda tidak ada kebenaran absolute, lalu bagaimana dengan konsep filsafat anda itu, apakah relatif atau absolut? kalau ternyata juga bersifat relatif untuk apa seseorang harus meyakininya? lalu apakah dasar berpijak anda sudah proven / terbukti benar? apa saja indikator dan parameternya?

- Apakah filsafat yang anda pegang itu murni hasil karya Notalkingnow tanpa plagiat? ataukah mengambil konsep dari ilmu orang lain atau seorang guru filsafat yang kalian idolakan? atau dari buku-buku tertentu? Jika iya, bagaimana dan mengapa saya harus percaya akan hal itu semua, maksud saya bagaimana anda dapat meyakinkan saya agar dapat menerima itu?

Yardi pernah juga mengatakan dlm email ke saya "Bahkan tanpa Agama pun org bisa mengenal PENCIPTA"

- Siapakah pencipta itu menurut anda? Apakah definisi pencipta itu menurut anda? apakah Tuhan? atau Dewa/Dewi? atau apa?

- Bukankah kalau mau jujur setiap orang di dunia ini awalnya tahu bahwa ada yang namanya pencipta itu dari Kitab Sucinya atau Agamanya?

- Bagaimana caranya mengenal pencipta tanpa melalui agama atau kitab suci?

Mohon pencerahaan dan jawabannya. Anggaplah saya orang bodoh yang ingin tahu informasi dari anda dan sedang belajar dari ilmu pengetahuan yang anda yakini.

Salam,
RTG

7:20 PM  
Blogger gentong said...

Sekedar komentar ringan saja, daripada yg berat ....

Anda mungkin sudah merenung dari thn 87, bahkan sampai kitab ini dan itu dan mungkin sudah tau dimana letak Surga dan neraka, atau sudah mengenal Pencipta.

Saya rasa kita dari dunia yg berbeda karena anda sudah saking tinggi ilmunya.

Saya kira sedikit penjelasan utk ketidakhadiran anda ataupun satu kata maaf lebih manusiawi dikirimkan kepada moderator ataupun rekan yg menunggu DISKUSI yg dimana anda yg meminta dan anda tidak hadir.

sebagai manusia , saya lebih concern kepada tindakan kita dan bukan kepada sehebat apa pemikiran anda ttg kitab anda.

Terima Kasih
Semoga anda menemukan jalan yg benar

Regards
Zhen

9:00 PM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Uppsss....saya mohon maaf sekali belum memberi kabar mengapa saya tidak online chat untuk diskusi dengan anda sekalian tgl 9-12-06, waktu itu ibu saya sedang dirawat di rumah sakit, dan sampai saat ini ibu saya masih dalam pengawasan intensif dokter internis meskipun sudah rawat jalan dan dirawat di rumah. Bahkan saya cuti kerja dari sejak hari kamis tgl 7-12-06 dan baru masuk kerja hari ini.

Saya baru saja kehilangan ayah saya yang telah meninggal sekitar 7 bulan yang lalu, jadi waktu hari sabtu kemarin itu saya benar-benar lagi kalut dan stress mikirin kondisi mama saya sehingga tidak terpikir tentang rencana diskusi kita, karena saya belum siap kehilangan mama saya untuk saat ini. Kakak-kakak saya tidak ada yang tinggal di jakarta, ada yang di Surabaya, di Medan dan tempat lainnya di Sumatera. jadi yang ngurus ibu secara langsung hanya saya sendiri. Sekali lagi saya minta maaf tidak memberitahu kalian soal ini, sehingga kalian mungkin menunggu saya untuk diskusi.

Untuk sementara ini kita bisa diskusi lewat media blog, tapi jika memang masih dianggap perlu untuk diskusi online kita bisa atur on the spot nextime, itupun kalau kalian masih bersedia, kalau tidakpun gak apa-apa, saya ngaku salah tidak memberi kabar.

OK,
saya diminta untuk menjawab pertanyaan dari Notalkingnow sebelumnya :

1. filosofi dasar mengatakan bahwa kebenaran sejati itu tidak ada. ( There is no absolute truth ) apakah anda bilang itu salah?

Jawaban saya: Kebenaran sejati itu HARUS ADA (bisa baca kembali tulisan saya di blog). Kalau tidak ada kebenaran sejati maka semua orang bisa seenaknya saja melakukan segala sesuatu tanpa patokan pada standard moral, spiritual dan rohani yang baku. Dengan kata lain kalau tidak ada "Pakem" maka semua orang dapat menciptakan kebenarannya sendiri-sendiri tanpa koridor yang jelas.

2. mau diserang ayatnya? boleh.. karena ada kontradiksi di alkitab, apakah layak buku seperti itu menjadi pegangan anda?

Jawaban saya: Saya bisa buktikan bahwa ayat-ayat Alkitab tidak ada yang kontradiksi.

Sekian dulu untuk topic itu, nextime saya akan tanggapi jawaban komentar anda dari pertanyaan saya selanjutnya, thanks.


Salam,
RTG


Salam

1:15 AM  
Blogger gentong said...

Senang mendapat kabar dari anda.
Saya turut sedih mendengar kabar ibu anda , tetapi di lain pihak saya ingin anda lebih memperhatikan ibu anda karena hidup manusia sangat lah terbatas oleh waktu , banyak org menyia yiakan waktu utk mengejar ini dan itu dgn system if else yg pernah saya tulis dimana org berpikir jika saya kaya saya akan menyenangkan ortu saya dsb.

Nikmatilah hidup ini setiap saat, berilah dorongan kepada ibu anda melalui cinta kasih seperti yg anda berikan kepada anak anda, dgn begitu akan lebih membantu beliau utk sembuh dan bangga mempunyai anak anak seperti anda.

untuk sementara diskusi saya hold dulu karena anda mempunyai hal yg lebih penting utk dilakukan , jikalau anda sudah siap kita akan berdiskusi kembali .

Semoga Ibu anda cepat sembuh

Regards
Zhen

9:29 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Ok then, thanks a lot for your attention Mr.Zhen.

Jika ada posting komentar saya selama ini yg mungkin menyinggung perasaan anda-anda semua, saya mohon maaf, saya sama sekali tidak ada maksud untuk itu. Untuk apa saya buang-buang waktu, energi dan sumber daya lainnya hanya untuk mendiskreditkan orang lain. Posting-posting kita semua tentu semata-mata murni hanya untuk diskusi dan saling sharing ttg apa yang saya ketahui dan pelajari selama ini demikian juga ttg apa yang anda semua pelajari, itu saja.

Keep writing Zhen, dan salam hangat untuk rekan-rekan lainnya, Mr.Notalking & Mr.Madewa, no hards feeling ok.

>>RTG<<

11:27 PM  
Blogger gentong said...

Halo Gultom
gimana keadaan ibunya ? semoga makin membaik kesehatannya .
saya sama sekali tidak tersinggung kok dari perkataan anda, anda mungkin merasa tidak mendiskreditkan org lain dari hati anda tetapi pikiran dan hati itu bisa berbeda, makanya anda harus berhati hati dgn pikiran / pengetahuan anda.
saya akan menguraikan apa yg saya ketahui dan menjawab pertanyaan yg anda merasa ingin tahu :

- Apa sebenarnya definisi dari pelepasan diri/membersihkan hati menurut filsafat yang anda sedang anut dan pelajari?

jika melihat dari salah satu ajaran , manusia terdiri dari badan dan batin ( meliputi pikiran, kesadaran, ingatan , perasaan/hati nurani )
pikiran lah yg membedakannya dgn makhluk lainnya dan selain kelebihan justru menjadi satu kekurangan karena itu membentuk satu ego.
mengapa ego ?
manusia selalu berekspektasi terhadap masa depan, dan mengingat masa lalu .
satu yg pasti semua manusia ingin kepastian, jika ada apapun yg menawarkan kepastian maka hampir semuanya akan tertarik, ini jg berlaku di dunia bisnis dimana terjadi penipuan yg dgn hal yg basic ini,
kemudian kebahagiaan , semua org ingin bahagia, dimanapun di tawarkan kebahagiaan maka akan berduyun duyun org menyerbunya , org bahkan berani pindah agama, tetapi apakah itu kebahagiaan semu atau sejati ?
itu terlepas kepada tingkat kesadaran dan pemikiran dari masing masing org.
membersihkan diri yg saya pelajari dan belajar adalah melepaskan keterikatan dari dualisme , sehingga apa yg terjadi ya terjadi lah , tidak menjudge baik dan benar tetapi menjalankan hidup pada saat ini, dan detik ini dgn sebaik baiknya.
seperti jika udara panas ya dinikmati , jika udara dingin ya dinikmati saja. jgn mengeluh karena panas atau mengeluh karena hujan.

- Bagaimana caranya melepaskan diri dan pikirian/membersihkan hati?

melepaskan diri / membersihkan hati memang seperti yg diutarakan notalkingnow sperti introspeksi diri , dan dgn patokan yg dinamakan hati nurani , makanya saya mempertanyakan kebenaran sejati sdr gultom ? mengapa ? karena semuanya hanya satu konsep yg anda pelajari sampai mengakar di pikiran anda ? terlepas apakah itu benar atau tidak , tidak ada yg tahu .
saya lebih mengacu kepada hal yg pada saat ini ada seperti hati nurani. misalkan jika anda melakukan satu kesalahan bukankah hati anda akan bergejolak, dan ketika hati anda damai bukankah anda akan tersenyum dan menikmati sekeliling anda ?
utk melatih hati nurani dibutuhkan tindakan yg mengarah kepada sifat kesabaran, kasih sayang, kepedulian dan yg sejenis.
cth simple dgn senyum dan mengucapkan selamat pagi saja sudah bisa mencharge batin dan nurani anda.


- Mengapa harus melepaskan diri, dan untuk tujuan apa membersihkan hati menurut filsafat anda, apa manfaatnya?

karena pikiran dan keinginan kita , maka kita sering terjebak di depresi , stress hanya semata karena hasil yg kita mau tidak sesuai dgn yg kita harapkan.
membersihkan hati jelas membantu kita utk mencapai ketenangan dan kebahagiaan ?
jika anda bertanya mengapa saya ingin tenang dan bahagia ?
saya akan menjawab bahwa dgn batin / hati nurani yg bersih saya merasa lebih bermakna hidup ini daripada hidup dgn hati tidak tenang. (ini bisa anda rasakan, jika anda tidak pernah merasakannya ? cobalah berbuat jahat ? tapi saya tidak bertanggung jawab hehhee.. rasakan perbedaannya )


- Bagaimana kita bisa mengetahui cara melepaskan diri/membersihkan hati tanpa melalui kitab suci atau agama tertentu atau standard pedoman tertentu?

sudah saya jabarkan caranya di atas , dan ini bisa didapati di banyak seni , bahkan seperti di aikido, meditasi , kaligrafi , dsb.

- Apa dasar dan standard berpijak atau pedoman anda dalam melepaskan diri / membersihkan hati anda?

Hati nurani

- Jika menurut anda tidak ada kebenaran absolute, lalu bagaimana dengan konsep filsafat anda itu, apakah relatif atau absolut? kalau ternyata juga bersifat relatif untuk apa seseorang harus meyakininya? lalu apakah dasar berpijak anda sudah proven / terbukti benar? apa saja indikator dan parameternya?

terlepas dari absolute atau tidak. dikatakan yg abadi adalah perubahan.
banyak org mencoba berpikir di posisi pencipta, satu pengandaian yg pernah saya dengar itu sangat masuk akal jika mau ditelaah ,
Jika memang kita diciptakan bukankah pencipta kita adalah maha tahu dan maha besar. bagaimana kita bisa mengerti di posisi nya ? bagaimana Kuda yg derajatnya dibawah manusia bisa mengerti cara pikir manusia ?
bahkan kita sebagai orang tua saja kadang tidak mengerti apa yg baik buat anak kita, apa yg baik menurut kita belum tentu baik buat mereka .
Anda tidak perlu menyakini apa yg saya tulis, tetapi bagaimana anda merasakannya saja yg penting.


- Apakah filsafat yang anda pegang itu murni hasil karya Notalkingnow tanpa plagiat? ataukah mengambil konsep dari ilmu orang lain atau seorang guru filsafat yang kalian idolakan? atau dari buku-buku tertentu? Jika iya, bagaimana dan mengapa saya harus percaya akan hal itu semua, maksud saya bagaimana anda dapat meyakinkan saya agar dapat menerima itu?

hasil karya notalkingnow , tentunya ini yg anda salah tanggap.

tidak ada yg menminta anda utk mempercayai ini seperti yg sudah ditulis , saya hanya memaparkan apa yg saya tahu dan rasakan.

Yardi pernah juga mengatakan dlm email ke saya "Bahkan tanpa Agama pun org bisa mengenal PENCIPTA"

- Siapakah pencipta itu menurut anda? Apakah definisi pencipta itu menurut anda? apakah Tuhan? atau Dewa/Dewi? atau apa?

Siapa pencipta itu ? dari tidak ada menjadi ada ya itulah PENCIPTAAN, mengapa pencipta harus didefinisikan ? apakah ada satu keharusan utk didefinisikan ? atau itu hanya satu keinginan agar ada definisi ? siapa itu Tuhan ? saya jg tidak tau.
jangan hanya membaca siapa itu Tuhan di satu kitab lantas anda bisa menceritakan ttg semua ttg Tuhan. terkecuali anda sudah mencapai pencerahan.

- Bukankah kalau mau jujur setiap orang di dunia ini awalnya tahu bahwa ada yang namanya pencipta itu dari Kitab Sucinya atau Agamanya?

itu karena anda dididik begitu, dan memang tujuannya.
tetapi tidak lah semua.

- Bagaimana caranya mengenal pencipta tanpa melalui agama atau kitab suci?

Saya sendiri belum tau caranya mengenal pencipta , dan apakah pencipta itu apa definisinya dan apa bentuknya saya jg tidak tau.
Tetapi kebenaran yg saya ingin sampaikan adalah dgn Cinta Kasih dan pembersihan batin.

** mungkin ada baiknya jg anda membaca postingan saya tentang The Way - Aikido utk lebih tau byk.

Regards
Zhen yg sedang berlatih

8:36 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Hi all, I’m back.

Saya sangat tergelitik untuk segera menjawab argumen dari sdr.Notalking.

Sdr.Notalking berkata (“Permisi ya... dunia itu aslinya ga punya standar. Bahkan kata "Standar" juga ciptaan manusia.”)

Jika anda mengatakan bahwa tidak ada standard di dunia ini, dan andaikan pun ada itu hanyalah buatan manusia, argumen ini adalah SALAH BESAR. Karena standar pada mulanya dibuat oleh sang pencipta agung Tuhan yang maha kuasa.

Saya ingin membuka mata hati anda, bahwa Tuhan pencipta alam semesta ini adalah pencipta standard dan hukum alam yang sangat luar biasa cerdas. Manusia pada dasarnya “belajar” dari sang penciptanya tentang hukum keteraturan dan standard systematis.

Coba anda pelajari ilmu bumi dan antariksa, bumi mengelilingi matahari pada orbit tata surya selama 365 1/4 hari dalam satu kali putaran, standard ini tidak pernah berubah dari dahulu kala hingga sekarang ini. Ketika bumi mengililingi matahari tersebut bumi sendiri juga berputar dengan sudut kemiringan 23,5 derajat, untuk sekali putaran bumi membutuhkan waktu selama 24 jam, itulah sebabnya kita bisa menikmati waktu yang variatif (ada pagi, siang, sore, malam, subuh).

Bukan hanya gerakan bumi mengelilingi matahari saja yang luar biasa teratur dan sistematis, sebab selain berputar pada matahari, bumi juga berputar pada dirinya sendiri. Ini semua adalah STANDARD yang diciptakan dan ditetapkan oleh sang perancang cerdas yaitu Tuhan yang maha kuasa. Jika bumi “tempat tinggal” kita ini tidak dirancang dengan standard tersebut maka iklim / cuaca di bumi ini akan kacau balau dan tidak teratur sehingga akan mengakibatkan lenyapnya kehidupan di bumi ini.

Jadi, ringkas kata, Bumi ini sebenarnya berputar seperti sebuah gasing dengan kecepatan berkisar lebih dari 1.600 km per jam secara tetap/baku, karena kalau kecepatannya berubah-ubah maka suhu dan iklim di bumi ini akan kacau balau. Tetapi uniknya sumbu putarnya tidak tegak lurus. Mengapa Bumi mesti berputar dengan posisi miring dengan sudut 23,5 derajat? Seandainya Bumi ini tidak berputar sedemikian, maka dapat dipastikan permukaan Bumi ini tidak akan pernah terjadi kehidupan seperti yang kita lihat sekarang ini. Anda dan saya pun tidak akan bisa hidup. Kenapa begitu? karena jika demikian ada bagian Bumi yang terus menerus menghadap Matahari, dan ada bagian lain yang terus menerus membelakangi Matahari. Bagian yang menghadap Matahari terus menerus, dipastikan akan mengalami pemanasan yang berlebihan. Dengan kata lain, belahan Bumi tersebut mengalami siang terus. Sedangkan bagian yang tidak memperoleh cahaya Matahari akan mengalami malam terus, sehingga iklim akan akan mengalami pendinginan secara terus-menerus. Jika ada bagian Bumi yang mengalami siang terus menerus, maka belahan Bumi tersebut akan mengalami pemanasan yang tidak terbayangkan tingginya. Diperkirakan dalam waktu singkat saja, air di permukaan Bumi yang menghadap ke Matahari itu akan mendidih, dan air yang ada di bumi ini akan menguap sehingga tidak akan ada lagi kehidupan di bagian bumi tersebut.



Terlalu banyak jika semua standard hukum alam saya bahas disini, belum lagi atmosfer bumi yang terdiri atas tujuh lapis sebagai pelindung kehidupan, belum lagi hukum grafitasi, belum lagi hukum-hukum fisika dan kimia yang mengatur segala hal di bumi ini. SIAPAKAH YANG MENCIPTAKAN STANDARD-STNADARD TERSEBUT??? Apakah manusia??? Tidak lain hanyalah Tuhan saja yang sanggup melakukannya.

Itulah sebabnya dalam Alkitab ada tercatat ayat demikian, saya kutip ayatnya:

1 Korintus 14:33 - Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan …..

Ada begitu banyak hal lainnya yang merupakan standard yang diciptakan oleh Tuhan, tidak usah jauh-jauh, tubuh kita sendiri dirancang sedemikian rupa dengan pola standard yang sangat luar biasa. Coba pelajari ilmu biologi khususnya tentang rancangan tubuh manusia, ada berbagai system yang standard dalam tubuh manusia : system pencernaan, system pernafasan, system peredaran darah/kardiovaskular, system kekebalan tubuh/immunology, system reproduksi, system jaringan saraf, system hormonal, dan lain sebagainya. Salah satu saja dari system tersebut error, maka bisa dipastikan kondisi tubuh manusia akan bermasalah dan bisa mengakibatkan kematian. Siapa yang menciptakan system standard tersebut??? Tidak lain adalah Tuhan sang pencipta.

Jika manusia mampu menciptakan suatu standard tertentu itu semua bisa terjadi karena memang manusia diciptakan oleh Tuhan memiliki kemampuan tersebut, Tuhan telah merancang manusia dengan akal budi dan logika berpikir, sehingga sanggup membuat standard. Namun seringkali manusia melupakan penciptanya dan berbuat sekehendak hatinya tanpa mau dibimbing oleh Firman Tuhan, karena manusia telah angkuh, congkak, ego, sama seperti Setan si Iblis yang memberontak terhadap Tuhan penciptanya.

Itulah sebabnya Tuhan pasti pernah menurunkan standard lain juga sehubungan dengan hukum moral dan ibadat kepada manusia, ini semua tertuang dalam kitab sucinya untuk menjaga agar umat manusia mau taat dan turut dalam bimbinganNya. Namun persoalannya sekarang ada begitu banyak kitab suci, manakah kitab suci yang benar2 standard dari sang pencipta? Mari kita sama-sama pelajari dan selidiki.


Salam,
RTG

7:56 PM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Ok, kita semua bukan ahli ilmu bumi dan antariksa, dan kita tidak sedang membahas 'mata kuliah' itu di sini.

Contoh ttg eksistensi alam semesta ini saya ambil sebagai bukti bahwa Tuhan adalah sang pencipta standard & hukum alam.

Tapi saya ingin menjawab sanggahan pernyataan anda tentang itu.

Pada awal mula Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dengan sempurna.

Kitab Genesis 1:31 mencatat "Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik..."

Lalu kenapa sepertinya telah terjadi pergeseran / degradasi / perubahan terhadap segala ciptaan di dunia ini, baik alam semestai maupun mahluk hidup?

Itu semua adalah karena kesalahan dari manusia itu sendiri!!! bukan kesalahan Tuhan.

Coba kita kupas satu-persatu, alam ini telah "DIRUSAK" oleh tangan-tangan manusia yang rakus, tamak dan jahat, bukan karena Tuhan. Penebangan hutan liar yg tidak hanya merusak ekosistim mahluk hidup tapi juga mengakibatkan bencana banjir. Polusi udara dari pabrik2 dan kendaraan bermotor telah merusak iklim cuaca yg semakin buruk, bahkan ada informasi bhw hujan asam terjadi krn tingkat polusi udara yg tinggi di bumi ini. Lingkungan hidup juga semakin rusak karena polusi udara tersebut, oksigen yang kita hirup telah tercemar oleh berbagai jenis zat kimia berbahaya sehingga banyak orang yg terserang penyakit mematikan seperti kanker dll. Apakah Tuhan patut dipersalahkan karena hal itu semua, tidakkah itu semua terjadi karena tindakan manusia sendiri??? jawab dengan jujur!!!

Belum lagi efek rumah kaca, Dewasa ini efek rumah kaca yang memicu pemanasan global menjadi sorotan tajam semua negara. Para pakar iklim mengkhawatirkan, jika terjadi pemanasan global akan terjadi bencana hebat yang amat merugikan umat manusia. Para pakar iklim merisaukan, meningkatnya suhu Bumi beberapa derajat Celsius dari suhu rata-rata sekarang ini, akan mencairkan lapisan es di kedua kutub. Siapa yang mengakibatkan itu semua, Tuhan??? bukan, tapi Manusia!!!

Anda bilang tentang perpuratan rotasi bumi yang berubah.
------------------------------
Rahasia perubahan kecepatan rotasi Bumi terletak pada perubahan pasang dan surut air laut yang dipengaruhi gaya tarik Bumi dengan bulan. Selain itu, perubahan musim, pergerakan batuan di kerak Bumi dan faktor lain yang belum diketahui juga mungkin berpengaruh.

Perubahan musim khususnya di belahan Bumi bagian utara diperkirakan mengubah kecepatan rotasi Bumi. Air laut menguap dan turun kembali menjadi hujan dan salju di gunung dan kembali mencair ke lautan.

Perubahan musim dikarenakan bumi telah rusak oleh tangan-tangan manusia sendiri, bukan karena Tuhan. Perubahan iklim dan musim di bumi ini telah mengakibatkan perubahan-perubahan lainnya.

Saya pernah dapat informasi dari seorang teman yang kerja di bidang geologi, bahwa efek dari banyaknya pengeboran minyak lepas pantai di dunia ini mengakibatkan pergeseran kapisan kerak bumi, walaupun pengaruhnya tidak significant, namun dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan gempa bumi serentak di berbagai tempat.

Terlepas dari benar-tidaknya penelitian dari para ahli tersebut, tapi yang kita rasakan adalah dari dulu sampai saat ini kita masih tetap memiliki pola standard di bumi ini, paling tidak ada "sisa" yang merupakan standard awal dari Tuhan namun dirusak manusia. Kita masih menikmati waktu yang sama setiap hari yaitu 24 jam sehari dst. Itu semua adalah standard yang telah diciptakan oleh Tuhan semula, namun STANDARD ITU TELAH DIRUSAK OLEH MANUSIA.

Anda mengatakan
---------------
Bayi kembar siam, AIDS, Autisme, Penyakit jantung, Hipertensi, Diabetes, Kanker... Siapa yang menciptakan??? Tidak lain adalah Tuhan sang pencipta.

INI ADALAH KESIMPULAN YG SANGAT KELIRU.

Manusia diciptakan pertama kali SEMPURNA, namun karena dosa, manusia dikutuk oleh Tuhan, sehingga manusia mengalami berbagai jenis penyakit.

Simple saja lah. AIDS banyak dijangkiti oleh org2 pecandu narkotika yg ganti2 jarum suntik dan orang yg seksnya menyimpang seperti Homoseksual, padahal Tuhan telah melarang Homoseks.

Kitab Roma 1:27 mencatat - "Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka."

Hipertensi & Diabetes dialami orang karena kesalahan orang itu sendiri dalam menjalani pola hidup sehat. Pola makan, minum, olah raga dll, Jadi bukan kesalahan TUHAN !!!

Kanker terjadi karena faktor radikal bebas, polusi udara, merokok, pola makan yg tidak sehat. So salah siapa??? Tuhan???, coba kalau manusia itu vegetarian, atau makan berserat dan tidak merokok bisa saja tidak akan terkena penyakit kanker.

Standard sytem dalam tubuh manusia: seperti system pencernaan, system pernafasan, system peredaran darah/kardiovaskular, system kekebalan tubuh/immunology, system reproduksi, system jaringan saraf, system hormonal, dan lain sebagainya TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN PENYAKIT2 yang anda sebutkan itu. STANDARD SYSTEM TUBUH telah diciptakan dari awal secara sempurna dalam tubuh manusia, namun manusia itu sendirilah yang MERUSAKNYA.

JADI KESIMPULANNYA .....STANDARD TETAP ADA DAN PADA MULANYA BERASAL DARI PENCIPTA TUHAN YANG MAHA CERDAS...TAPI STANDARD ITU DIRUSAK OLEH MANUSIA.

Salam,
RTG

1:45 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Hehehe...anda ini lucu, seolah-olah segala teori yang anda kupas untuk menyanggah referensi saya semua itu adalah hasil dari riset anda sendiri(tanpa copy-paste).

Koq sepertinya anda sedang ter-obsesi menjadi seorang ilmuwan ahli geologi yang sedang mengoreksi saya sebagai 'muridnya'.

Saya sudah bilang di awal bahwa kita semua (saya dan anda) bukanlah ahli ilmu bumi dan antarika, karena itu kita hanya bisa kutip referensi dari tulisan2 para ilmuwan yang kita baca, walaupun notabene belum tentu tulisan2 tersebut itu benar semua (kutipan saya maupun kutipan anda belum tentu benar), hanya Tuhan yang tahu...bukankah begitu??? ataukah anda merasa diri anda ahli??? saya sendiri tidak merasa demikian. Namun saya bisa merasakan dan melihat bahwa di alam semesta ini ada pola standar yang telah ditetapkan sang pencipta, dan jika itu saya kaitkan dengan tulisan para ilmuwan geologi dan antariksa sedikit-banyak berkaitan, karena itulah saya mengutipnya.

Anda mengatakan:
----------------
Cie ileeee... begitu salah langsung ngeles lagi... ciri khas anda. "kau yang memulai, kau yang mengakhiri"... untuk apa saya ngeles.....lwa wong memang itu semua referensi kutipan koq.....apakah jika anda sedang menyangkal argumen saya itu artinya anda juga sedang ngeles..... koq jadi aneh ya kesimpulan anda ini??? saya jadi ingat omongan anda tentang frase "gelas penuh", siapa sekarang yang merasa gelasnya penuh? anda atau saya?

Anda mengatakan:
----------------
Sudah jelas kalau contoh2 standar anda ngaco. standar apaan?

Standar saya???...saya tidak sedang menjelaskan standar saya koq!!!

Hehehehe....anda ini memang lucu sekali yah, terlihat jelas buat saya tentang karakter anda dari cara anda menjawab, saya jadi sadar orang macam apa anda ini, anda hanya berupaya memenangkan perdebatan, bukan bertujuan untuk melihat kesimpulan mana yang benar dan salah. ........SAYA TIDAK MENGHINDAR, KARENA INI BUKAN STANDAR SAYA, semua ulasan itu saya dapatkan dari berbagai literatur ilmiah yang saya baca, kritiklah mereka. Sekarang saya mau tanya, apakah ulasan ilmiah 'copy paste' anda itu semua pasti benar??? tidak ada indikator yang bisa kita pakai kan!!! karena bidang kita bukan di situ, kita tidak ahli dalam bidang itu.

Karena itulah saya katakan bahwa terlepas dari benar-tidaknya berbagai penelitian dari para ahli tersebut, namun kita bisa merasakan adanya suatu standar di alam semesta ini. Saya pribadi melihat hal-hal yang sederhana dan bersifat faktual saja, standard waktu (pagi,siang,malam), kemudian matahari terbit di timur dan terbenam di barat, siklus perubahan iklim & cuaca, hukum alam seperti gravitasi dll. Itu semua adalah standar yang dapat kita lihat dan rasakan sendiri. Dari dulu sampai sekarang hal itu selalu sama, paling tidak sejak saya lahir, saya gak tau yah kalau anda lahir sebelum masehi sehingga pernah merasakan perubahan2 standar waktu (dulu bukan 24 jam or what ever).

Anda mengatakan:
----------------
Bukankah saya sudah bilang kalau 24 jam sehari itu adalah situasi sekarang? dulu bukan 24 jam lho... mungkin bahkan jutaan tahun lalu itu 1 hari hanya 3 jam. Mataharinya seperti lampu disko yang kelap kelip.

Jutaan tahun mendatang 1 hari bisa 100 jam. tau ga manusia itu baru nongol di bumi ini 130ribu tahun lalu? sedangkan perlambatan bumi sudah berjalan ratusan juta tahun?

YAKIN SEKALI ANDA DENGAN KUTIPAN TSB??? YAKIN KALAU ITU SEMUA BUKAN HOAX???

10:29 PM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

......Tambahan jawaban lagi dari saya untuk pertanyaan anda.

Anda bertanya
-------------
Tuhan mengutuk manusia? alasannya apa? karena manusia berdosa? kenapa dia membuat manusia dengan kapasitas untuk BISA berdosa? iseng ya?

Kan bisa saja manusia diciptakan tanpa bisa berdosa.

TOLONG DIJAWAB YANG INI YA, JANGAN MENGHINDAR.

Ini Jawaban Saya
----------------
Sejak awal Tuhan menciptakan dunia ini dan segala mahluk hidup dengan sempurna dan penuh dengan kenikmatan hidup. Tuhan menempatkan manusia pertama Adam & Hawa di taman Eden/Firdaus. Manusia diciptakan sangat unik jika dibanding dengan ciptaan mahluk hidup lainnya. Manusia tidak diciptakan seperti robot yang bergerak hanya karena remote control atau perintah coding program. Manusia memiliki “Free Will” atau kehendak bebas dan akal budi, tidak seperti binatang yang hanya diberi “Instinct”, bahkan tumbuh-tumbuhan (pohon atau tanaman) tidak memiliki sifat-sifat itu sama sekali, hanya bertumbuh saja tanpa berpikir dan ber-instinc karena itulah dinamakan tumbuhan karena hanya bertumbuh saja. Manusia tidak hanya bertumbuh tanpa berpikir dan bernalar seperti tumbuhan, dan tidak hanya menjalankan hidupnya dengan naluri atau insting saja seperti binatang, melainkan manusia diberi akal budi dan free will oleh Tuhan, sehingga manusia akan dengan sadar dan tulus memutuskan apakah mau taat dan tunduk menyembah Tuhan atau tidak. Namun setiap tindakan dan keputusan yang diambil manusia itu ada konsekuensinya.

Kitab Galatia 6:7 - "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."

Genesis 2:15-17 - TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." ....jadi Tuhan sudah warning sblmnya, jika manusia melanggar dan mendapat konsekuensi ganjarannya itu bukan salah Tuhan lagi !!!

Tetapi ternyata manusia tetap menggunakan kemampuan "free will" tersebut untuk tidak taat, manusia pertama Adam dan Hawa lebih memilih berontak, mereka memakan "buah terlarang" tersebut dan akhirnya kena kutuk, coba kalau Adam dan Hawa tidak melanggar perintah Tuhan maka pasti mereka berdua akan hidup kekal, sejahtra damai sentosa, demikian juga semua manusia keturunannya. (Saya bisa kupas hal ini lebih detail, tapi tidak di sini, krn akan sangat panjang sekali kupasannya), mungkin bisa lewat media tulisan atau blog atau chat atau cara lain nanti. Jadi kesimpualnnya Tuhan menciptakan manusia dengan "free will" tapi ada konsekuensi hukum yg juga diturunkan tuhan kepada manusia atas segala tindakannya. Maka jika anda ingin hidup sempurna, sejahtra maka gunakanlah free will anda dengan baik dan taatilah penciptamu.

Tapi saya ingin bahas satu contoh saja kecil saja misalnya, Tuhan sudah berfirman agar manusia hanya memakan makanan “herbal” saja, tapi manusia lebih memilih makan daging, akibatnya muncullah berbagai macam penyakit seperti kanker, darah tinggi, kelainan genetika dll.

Coba baca kitab Genesis 1:29 - “Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.“

Genesis 2:8,9 - “Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya….”

Dunia medis sudah sejak lama membuktikan bahwa makanan yg paling sehat adalah yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti buah-buahan, sayuran berserat, dll. Mengkonsumsi daging dan lemak hewani dapat berbahaya bagi kesehatan, karena dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah sehingga bisa mengakibatkan penyakit degenerative spt penyakit hypertensi, penyakit jantung dll. Maka apa yang dikatakan ayat Alkitab sejalan dengan fakta kenyataan yang manusia alami sepanjang masa, coba jika manusia mau taat mengikutinya maka orang pasti akan sehat.

Jadi …salah siapa kalau orang banyak menderita penyakit??? Sepenuhnya kesalahan terletak dari manusia itu sendiri….bukan Tuhan.

Tubuh manusia dirancang sedemikian rupa dengan cara yang menakjubkan. Penelitian medis mengungkapkan bahwa jika orang stress, maka lambungnya akan mengeluarkan cairan asam yang dapat mengakibatkan penyakit maag, disamping itu ilmu kedokteran telah menyimpulkan bahwa problem penyakit yang berusumber dari menurunnya atau melemahnya fungsi kekebalan tubuh banyak disebabkan oleh karena tingkat stress dan depresi tinggi yang dialami oleh seseorang. Karena itu andaikata manusia hidup dalam situasi yang damai, aman tenteram maka dijamin problem penyakit akan menurun. Siapa yang menyebabkan dunia ini dipenuhi berbagai macam problem yang menyebabkan orang stress??? Yah manusia itu sendiri, bukan Tuhan.

Persis seperti yg ditulis dlm kitab-kitab:
Proverb 14:30 - “Hati yang tenang menyegarkan tubuh,..”
Proverb 15:13 - “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri,….”
Proverb 17:22 - “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, ….”

Ada banyak hal lain lagi yg belum saya kupas di sini, tapi segini dulu aja, next time saya akan lanjutkan lagi kupasan saya.

Sedikit saya ulas Mengenai dampak dari dosa kakek-nenek kita pertama yaitu Adam & Hawa yang mengakibatkan semua manusia mewarisi ketidak-sempurnaan.

Kitab Roma 5:12 menulis - "Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang (yaitu Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Sama ilustrasinya seperti cetakan kue, jika cetakannya sudah rusak atau penyok misalnya maka kue-kue apapun yang dibentuk oleh cetakan tadi akan rusak semuanya. "Cetakan" manusia juga sudah rusak di awalnya karena dosa, sebab dosa itu mengakibatkan kutukan, oleh karena itulah semua keturunan dari Adam dan Hawa juga mewarisi dosa, penyakit (termasuk masalah cacat genetika sejak lahir karena DNA-nya rusak dll), usia tua dan akhirnya kematian.

MAKA TUHAN TETAP TIDAK BISA DIPERSALAHKAN. Kesalahan penuh terletak pada manusia. Inilah salah satu hal yang saya maksudkan dengan KEBENARAN SEJATI dalam blog saya.

Sekian dulu dari saya, silhakan anda komentari.

Salam,
RTG

10:52 PM  
Blogger gentong said...

Mas Ronald
anda percaya manusia pertama itu Adam dan Hawa ?
itu nyata atau fiktif ?

Regards
Zhen

11:12 PM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

.....Ada yg lupa saya ingin komentari dari pernyataan Mr.Notalking.

Notalking mengatakan:
---------------------
Saya kasih lagi informasi kedokteran terkini ya pak ronald... Setiap manusia ada gen untuk diabetes, hipertensi, autisme, sakit jantung, kanker... itu tertera didalam rumus DNA pembuatan manusia DAN SENANTIASA BERADAPTASI MENJADI SEMAKIN BAGUS seiring dengan semakin banyaknya penyakit

Soal informasi medis anda tidak usah kuatir, sudah sejak lama saya berkecimpung dalam dunia medis, rumah sakit dan kedokteran.

Sampai saat ini saya aktif dalam organisasi PIKIN (Perhimpunan Informatika Kedokteran Indonesia) yang diresmikan oleh MenKes dan Menkominfo, suatu organisai yang terdiri dari praktisi IT dan kedokteran, didirikan utk meningkatkan pelayanan informasi kesehatan di Indonesia.

http://www.info-dokter.com//index.php?option=com_content&task=view&id=14&Itemid=2

Bisa cari nama saya di situ.

Disamping itu saya juga aktif membantu di sisi IT dalam redaksi Majalah CDK - Kedokteran (CDK=Cermin Dunia Kedokteran)

http://www.kalbefarma.com/files/cdk/files/153_03Susunanredaksidanpetunjukpenulis.pdf/153_03Susunanredaksidanpetunjukpenulis.html

Bisa cari nama saya di situs tsb.

Karena itu soal informasi medis, saya bersyukur tidak pernah kekurangan.

11:33 PM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

This comment has been removed by a blog administrator.

11:35 PM  
Anonymous Anonymous said...

horas! salam buat semua..izinkan saya memperkenalkan diri nama saya herlinda pardede. selama ini saya hanya mengamati diskusi kalian di blog ini...tapi kok lama kelamaan saya merasa diskusi ini mengarah ke arah yang kacau...he anda, mr.notalkingnow anda ini bagemana? kok selalu mematahkan komentar dari sodara gultom dengan cara pedas...anda harus intropeksi diri...jangan kasar engkau pada si gultom
he engkau gultom, kau itu pun...ada ada saja...komentarmu itu ya...ckckckck...perspektif kau bole beda, jangan paksa orang lain melihat lewat kacamatamu dong...dan pula stop menggunakan Tuhan dan ayat ayat suci untuk menjadi tamengmu..tindakan engkau itu tidak membuat nama Tuhan semakin dipermuliakan...dan kalau sampai orang orang mempermainkan nama Tuhan karena diskusi ini..
aku salahkan engkau Gultom!
intropeksi lah engkau...

kau pun juga mr.notalkingnow..tak bicara tak berarti bisu kan??

berdamailah dengan si gultom tuh..

syallom

3:51 AM  
Blogger gentong said...

Halo Mrs pardede,
santai sajalah engkau ...
Pada dasarnya memang sudah dijelaskan bahwa gultom itu terlalu memaksakan pendapat dia yg keegoan masih tinggi walau dikatakan dia adalah gelas kosong,
tentunya saja org bisa berontak utk menghadapi pemikirannya, itu wajar wajar saja.

Standar sifat seperti dia sudah diciptakan oleh Tuhan juga kok.

jika dia yg sudah belajar sekian lama masih memaksakan pendapat dan perspectivenya .
bukankah disini kita justru melihat bagaimana hasil latian dia dari ayat suci dan kepercayaannya itu.

serti yg Mrs Pardede bilang
" tindakan engkau itu tidak membuat nama Tuhan semakin dipermuliakan...dan kalau sampai orang orang mempermainkan nama Tuhan karena diskusi ini..
aku salahkan engkau Gultom! "

apakah Gultom akan mengerti ?

Kita tunggu lanjutannya ...

Regards
Zhen

5:27 AM  
Blogger gentong said...

wah udah natalan nih
merry X mas to all yg ikutin blog ini, kecuali ronald karena dia tidak mau merayakan kelahiran dewa matahari. seperti yg dikatakannya.

So everybody

MERRY XMAS ......
Be Joyful.....

Regards
Zhen

hintnya boleh g jawab gak ?
mmm....... boleh dong ...
ya udah deh g ngalah buat ronald aja dijawab hintnya ....

3:20 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Dear all,

Terimakasih kepada semuanya karena telah "mengeroyok" saya hanya karena saya telah berusaha untuk menjunjung tinggi sang pencipta, Tuhan yang maha kuasa.

Buat saya pribadi segala sesuatu di alam semesta ini dan segala mahluk hidup yang ada di bumi ini yang kita bisa lihat dengan mata kepala kita sehari-hari merupakan keajaiban yang telah diciptakan oleh Tuhan sang pencipta dengan cara sistematis dan ter-standard serta terpola sedemikian rupa dengan sangat menakjubkan. Kita sendiri adalah keajaiban.

Ketika saya bernafas saya merenung dan sangat takjub betapa pemurah & pengasihnya Tuhan menyediakan oksigen dengan gratis (di rumah sakit harga utk sebuah tabung oksigen bisa berkisar ratusan ribu rupiah). Namun ironisnya manusia telah mencemari udara di bumi ini dengan polusi dari pabri-pabrik dan kendaraan bermotor. Dahulu kala ketika Tuhan menciptakan manusia, kendaraan yang dipakai manusia hanyalah kuda, unta atau gajah, yang notabene tidak menimbulkan polusi udara (Tuhan telah menciptakan berbagai jenis binatang memang untuk dimanfaatkan fungsinya oleh manusia), namun teknologi modern manusia telah merusak atmosfir bumi ini dengan pencemaran & polusi udara. Dampak dari polusi telah menyebabkan berbagai penyakit, namun yang disalahkan tetap saja Tuhan.

Belum lagi kesanggupan "otak bawah sadar" kita untuk memerintahkan paru-paru secara sistematis dan standar utk manghirup oksigen melalui saluran pernafasan agar zat oksigen tersebut dapat disalurkan ke dalam aliran darah, kemudian jantung secara otomatis dan standar diperintahkan oleh otak berdenyut memompakan zat-zat gizi beserta oksigen keseluruh tubuh sehingga manusia bisa tetap hidup. (Namun sekali lagi manusia telah merusak tubuhnya sendiri dengan menghisap Rokok / Narkoba yang terkandung zat2 berbahaya, dan mengkonsumsi makanan & minuman yang tidak selayaknya dimakan atau diminum oleh manusia), namun jika manusia sakit yang disalahkan tetap saja Tuhan.

Ketika saya tidur, saya merenungkan betapa pedulinya Tuhan membuat kondisi bumi ini secara sistematis, ada pagi, ada siang, ada malam, sehingga manusia dapat istirahat pada malam hari setelah dari pagi sampai siang beraktifitas (coba bayangkan jika hari-hari sama, hanya siang saja, sedangkan manusia tidak disetting dengan kemampuan hidup tanpa istirahat, apa jadinya kita ini?), manusia telah di set-up secara standar oleh pencipta agar tidur, untuk apa? agar supaya manusia bisa menikmati apa yang namanya istirahat itu. Ketika istirahat sel-sel tubuh manusia ber-regenerasi dan memperbaiki sendiri secara otomatis...sungguh luar biasa.

Bahkan ketika saya "buang air", kencing atau pup, saya sangat takjub dan bersyukur akan keajaiban standard "filter" tersebut. Berbagai jenis makanan dan minuman yang saya konsumsi dapat disaring untuk dibuang ampas dan kotoran serta racun-racun di tubuh kita melalui saluran pencernaan dan urin sehingga tubuh manusia tetap terkandung hanya zat-zat yang berguna saja. (Manusia tidak akan sanggup untuk menahan kencing atau pup utk waktu yang lama? mengapa? karena Tuhan telah membuat standar tersebut agar manusia secara teratur dan sistematis membuang kotorannya) Namun manusia cenderung tidak peduli akan apa yang akan dikonsumsinya dan terkadang membuat kinerja ginjal menjadi berat yang dapat mengakibatkan seseorang menderita gagal ginjal. Ironisnya jika mereka sakit dan mati dikatakan itu adalah takdir dari Tuhan.

Ketika istri saya hamil dan akhirnya melahirkan dengan sehat dan selamat, saya begitu takjub dan bersyukur terhadap sang pencipta. Hanya dengan terjadinya pembuahan antara sel sperma dan sel telur maka terbentuklah kehidupan janin yang bertumbuh terus sampai menjadi bayi utuh di dalam rahim sang ibu. Tuhan telah menyediakan "saluran hidup" berupa plasenta agar selama 9 bulan bayi tersebut dalam kandungan dapat diberi makan oleh ibunya tanpa ia sadari. Suatu standar systematis yang luar biasa, rata-rata bayi bertumbuh selama 9 bulan dari satu sel (hasil pembuahan sel sperma dan sel telur) menjadi bayi utuh. Jika terjadi proses kelahiran "anomaly" kebanyakan karena faktor-faktor intervensi dari luar atau sang ibu, misalnya sang ibu selama hamil tidak menjaga kesehatan tubuh maka terjadilah kelahiran premature dsb. Namun pada prinsipnya semua ibu sehat yang menjaga kandungannya tetap terjaga dengan baik akan melahirkan dengan cara normal dan hamil selama 9 bulan.

Begitu banyak keajaiban lainnya yang luar biasa, spt kesanggupan otak manusia, panca indra kita. Ketika saya membawa kendaraan, saya sangat takjub karena saya dapat menyetir mobil sambil menelpon dgn HP, melihat ke depan dengan fokus, mengintip ke kanan-kiri-belakang melalui kaca spion, mendengar anak saya merengek, menyimak siaran radio walaupun sepintas, semuanya terjadi pada saat yang bersamaan atau "concurrent". Itu semua adalah keajaiban dari otak dan panca-indra manusia, sehingga manusia memiliki kemampuan multitasking.

Itulah yang saya sebutkan bahwa standar sistematis dari sang pencipta dapat kita rasakan sehari-hari dalam kehidupan kita. Siapakah kalian semua? mahluk asing/alien? sehingga tidak merasakan segala keajaiban yang sistematis tersebut? apakah kalian kencing & pup seminggu sekali??? apakah kalian tidak mengirup oksigen??? apakah bayi kalian berada dalam rahim ibunya 3 tahun & bukan 9 bulan??? apakah kalian tidak pernah tidur pada malam hari??? lalu mengapa begitu sulit bagi kalian untuk mengakui dan menghargai bahwa penciptalah yang telah melakukan standar itu semua???

-------------------
Untuk Mrs.Pardede
-------------------
Saya koq merasa anda tiba-tiba muncul dan menempatkan diri sebagai juri dan hakim?, siapa yang mengangkat anda menjadi hakim atas diskusi kami? Apakah anda beragama Kristen, jika iya maka seharusnya anda punya tanggungjawab juga untuk memberitakan injil kesaksian tentang keselamatan yang hanya datang dari Tuhan saja bukan dari manusia. Jika tidak, maka kredibilitas anda sebagai orang Kristen patut dipertanyakan. Jangan karena hanya ingin mencari simpati dari manusia maka kita takut dan ragu untuk menyatakan injil keselamatan yang hanya datang dari Tuhan saja.

Ayat-ayat yang saya kutip di bawah ini khusus hanya untuk Mrs.Pardede
-----------------------------------
Lukas 12:9 - Tetapi barangsiapa menyangkal Aku (Tuhan) di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.

2 Timotius 4:2 - Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, .......

1 Korintus 9:16 - Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

1 Petrus 3:15 - ....Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, ....

Tuhan begitu menakjubkan, oleh karena itu sebagai orang Kristen kita wajib memberitakan keagungan Tuhan kepada semua orang yang tidak percaya kepadaNya.

Mazmur 104:24 - Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.

Roma 1:20 - Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

Untuk sdr.Notalkingnow
----------------------
Anda mengatakan "Apakah tukang sapu di rumah sakit pasti bisa bedah?"......jawaban saya: jelas tidak dong koq aneh sih analoginya, tetapi tukang sapu rumah sakit jika ingin tahu cara membedah pasti bertanya sama ahli bedah yang ada di rumah sakit tempat dia bekerja, dia tidak akan tanya kepada anda!!!

Saya kutip latar belakang saya di bidang medical information hanya menunjukkan bahwa saya punya sumber yang credible dan terpercaya yang dapat saya tanyakan tentang ilmu kedokteran atau kesehatan (para professor dan dokter ahli) ketimbang harus tanya dari anda !!!. Itu saja (mohon maaf jika saya harus terus terang mengatakan hal ini, karena analogi anda sering kali aneh dan tidak kena sasaran).

Salam,
RTG

11:02 PM  
Anonymous Anonymous said...

Saudara Gultom, trima kasih untuk masukan ayat sucinya...saya tidak menentang satupun tentang itu...saya tidak punya masalah dengan ayat ayat kitab suci, tapi saya punya masalah dengan arogansi engkau bang gultom...

engkau berbicara seolah engkau seorang kristen yang lebih saleh dari pada orang lain...dengan segala 'pengetahuan' engkau tentang ayat2 suci...wah...hebat sekali ya bang gultom ini...saya jadi ingat ada sekumpulan orang dalam kitab suci yang mirip dengan anda...apa ya namanya?

oh iya..saya ingat sekarang..

pernah dengar 'kaum farisi'?

dan 'ahli taurat' bang gultom?


engkau bagaikan kaum farisi dan ahli taurat di era millenium...engkau 'tau banyak' tentang kitab suci...engkau 'tau' letak letak nats yang cocok untuk setiap orang...
engkau 'memamerkan' 'pengetahuan'mu pada orang orang...dengan membawa bawa nama Allah dalam kalimat2mu..oh...

tapi aku mau bertanya satu hal padamu gultom,

apakah anda sedang memberikan kesaksian injil sekarang?

sebab melihat arogansimu,engkau hanyalah membuat lawan diskusimu semakin menjauhi Tuhan... and thanks to you,gultom... orang2 seperti Mrnotalkingnow semakin jauh dari Tuhan...bahkan menjadikan injil menjadi bahan tertawaan...


gultom,

memberi kesaksian bukan selalu harus dengan kata kata...tapi dengan perbuatan dan kelakuan...buat apa tau seluruh isi kitab suci kalau arogan? siapa yang percaya kabar keselamatan kalo yang membawa kabar arogan?

memang saya bukan juri atau hakim atas diskusi ini, beruntunglah anda...sebab kalo saya adalah jurinya...saya putuskan:

engkau kalah!!! teng teng teng

dan engkau mrnotalkingnow,
tak peduli siapa yang memulai...akhirilah...atau ganti topik...jadilah pihak yang lebih berjiwa besar dan bersedia memaafkan...

salam,
Herlinda Pardede

2:37 AM  
Anonymous Anonymous said...

dan engkau Zhen...saya baca anda menulis bahwa anda adalah seorang yang mendalami akido...
saya punya teman yang juga belajar akido, katanya dalam beladiri akido terkandung nilai nilai seperti ketulusan, penguasaan diri, dan kasih sayang ya? betul begitu saudara Zhen?

oleh karena itu, saya berharap anda sebagai seorang akido juga berusaha menengahi diskusi ini, bukan malah memanas manasi situasi bahkan mengadu domba sodara gultom dengan notalkingnow...ingat...diskusi ini berawal dari engkau dan gultom loh...
tunjukkan hasil latihan akidomu...oke Zhen?

salam sukses...semoga makin jago akidonya ya

3:05 AM  
Blogger Sugiharto Wijaya said...

Halo rekan2 bloggers,

Sedikit menyenangkan membaca argumen-argumen dan "tukar pikiran" antara Zhen, notalkingnow, pardede dan saudara gultom.

Menarik sekali membaca permualaan dari blog ini dari sebuah ungkapan pikiran saudara zhen yang bagai lamunan orang di siang bolong, seolah berkata "hey....kalo dah kenyang dan bercukupan bantu orang disekitar yg tidak mampu!". Dengan mengkutip ayat-ayat alkitab yang terus menyatakan "amanat Tuhan" yang dipercayai sebagai panggilan utama bagi seluruh umat manusia....

Lalu datang pendapat dari notalkingnow yang typical sceptic, pandai membaca struktur kalimat hingga titik koma, percaya pada pembuktian pengetahuan, yang melihat hidup lebih pada sisi praktis...yg tidak menyukai pendapat yg berakar pada generalisasi yang sok idealis.

Dan terakhir...batak palsu...yang mecoba "having fun" lewat blogger ini dan seolah-olah mencoba memberikan pendapat 2 belah pihak tapi sebenarnya akan menujuk kesatu poin tertentu untuk memjokan salah satu pihak pada akhirnya...

Semua elemen untuk membuat blog ini menjadi ajang "flaming" hampir selesai....dan percayalah....beberapa argumen lagi akan membuat bubar comments disini.

So unless kawan2 ingin berujung kesana...mulailah berdiskusi dengan pikiran yang sedikit terbuka;
zhen...
bangunlah...kata2 anda sangat general dan tidak bermakna..."no mind...no self...wu wei" wu...wu...wu...woot the heck, konsep yang anda tawarkan dan sebutkan sangat tidak jelas, apabila anda mencoba membangun argumen dari ajaran buddhist dan zen , berikanlah sedikit definisi mendasar dan bangunlah dasar argumen dari sana...anda bagai orang2 yang senang "mencicipi" nilai moral timur yang berbeda-beda tapi tidak memberikan suatu tambahan yang berarti dan bermakna.

gultom...
typical blogger yang suka "menerjemahkan" pendapat orang lain melalui kacamata yang salah dan merasa memiliki otoritas kebenaran sesungguhnya....dan terus mengeluarkan buah pikiran yang dalam "frekuensi" yang berbeda. Bacalah kata2 orang secara objektif, jangan ngambil semua sinisme dan sarcasm mereka, dan terjemahkanlah "otoritas kebenaran mulia mu" dalam bahasa awam... dan cobalah sedikit "open minded" terhadap kita2 yg buta dari kebenaran mulia? please?

pardede....
teruslah melawak supaya tidak membosankan...tp jangan keterlaluan, nanti ujung-ujungnya kita mencari tempat lain untuk bertukar pikiran lho...

Sebenarnya awal dari blog ini cukup baik...berakar dari konsep "no mind" dari nilai-nilai timur dan bisa kita diskusikan lebh lanjut dengan nilai moral dan kepercayaan dari barat dan serta dibuktikan lewat pengetahuan pada saat ini untuk menambah wawasan kita semua.

Semoga kita bisa menambah ilmu kita dengan mejawab masing-masing argumen yang diberikan dan tidak berujung pada "flaming" tanpa akhir.
Biar saya cari tentang asal konsep "no mind" yg original dan saya post di tempat ini pada komentar berikutnya, mengenai konsep christianity, saya sudah sedikit memahami dan akah saya berikan pendapat-pendapat yang telah dibuktikan secara ilmu pengetahuan ilmiah bahwa ada banyak hal yang tertulis di alkitab benar2 terjadi.

Cheers,
Wijaya

7:09 AM  
Blogger Sugiharto Wijaya said...

Halo rekan2 bloggers,

Tolong lupakan posting yang salah diatas....ada beberapa hal terlewati yg membingungkan...

Ini yang saya coba katakan sebenarnya:

Sedikit menyenangkan membaca argumen-argumen dan "tukar pikiran" antara Zhen, notalkingnow, pardede dan saudara gultom.

Menarik sekali membaca permualaan dari blog ini dari sebuah ungkapan pikiran saudara zhen yang bagai lamunan orang di siang bolong, menikmati sepoi2 angin pantai kuta, sehabis makan ikan bakar dan minum buah kelapa dan berkata "hidup itu indah...dan mari kita hadapi dengan terus tersenyum".


Dan datanglah guyuran air dingin dari saudara gultom yang
seolah berkata "hey....kalo dah kenyang dan bercukupan bantu orang disekitar yg tidak mampu!". Dengan mengkutip ayat-ayat alkitab yang terus menyatakan "amanat Tuhan" yang dipercayai sebagai panggilan utama bagi seluruh umat manusia....

Lalu datang pendapat dari notalkingnow yang typical sceptic, pandai membaca struktur kalimat hingga titik koma, percaya pada pembuktian pengetahuan, yang melihat hidup lebih pada sisi praktis...yg tidak menyukai pendapat yg berakar pada generalisasi yang sok idealis.

Dan terakhir...batak palsu...yang mecoba "having fun" lewat blogger ini dan seolah-olah mencoba memberikan pendapat 2 belah pihak tapi sebenarnya akan menujuk kesatu poin tertentu untuk memjokan salah satu pihak pada akhirnya...

Semua elemen untuk membuat blog ini menjadi ajang "flaming" hampir selesai....dan percayalah....beberapa argumen lagi akan membuat bubar comments disini.

So unless kawan2 ingin berujung kesana...mulailah berdiskusi dengan pikiran yang sedikit terbuka;
zhen...
bangunlah...kata2 anda sangat general dan tidak bermakna..."no mind...no self...wu wei" wu...wu...wu...woot the heck, konsep yang anda tawarkan dan sebutkan sangat tidak jelas, apabila anda mencoba membangun argumen dari ajaran buddhist dan zen , berikanlah sedikit definisi mendasar dan bangunlah dasar argumen dari sana...anda bagai orang2 yang senang "mencicipi" nilai moral timur yang berbeda-beda tapi tidak memberikan suatu tambahan yang berarti dan bermakna.

gultom...
typical blogger yang suka "menerjemahkan" pendapat orang lain melalui kacamata yang salah dan merasa memiliki otoritas kebenaran sesungguhnya....dan terus mengeluarkan buah pikiran yang dalam "frekuensi" yang berbeda. Bacalah kata2 orang secara objektif, jangan ngambil semua sinisme dan sarcasm mereka, dan terjemahkanlah "otoritas kebenaran mulia mu" dalam bahasa awam... dan cobalah sedikit "open minded" terhadap kita2 yg buta dari kebenaran mulia? please?

pardede....
teruslah melawak supaya tidak membosankan...tp jangan keterlaluan, nanti ujung-ujungnya kita mencari tempat lain untuk bertukar pikiran lho...

Sebenarnya awal dari blog ini cukup baik...berakar dari konsep "no mind" dari nilai-nilai timur dan bisa kita diskusikan lebh lanjut dengan nilai moral dan kepercayaan dari barat dan serta dibuktikan lewat pengetahuan pada saat ini untuk menambah wawasan kita semua.

Semoga kita bisa menambah ilmu kita dengan mejawab masing-masing argumen yang diberikan dan tidak berujung pada "flaming" tanpa akhir.
Biar saya cari tentang asal konsep "no mind" yg original dan saya post di tempat ini pada komentar berikutnya, mengenai konsep christianity, saya sudah sedikit memahami dan akah saya berikan pendapat-pendapat yang telah dibuktikan secara ilmu pengetahuan ilmiah bahwa ada banyak hal yang tertulis di alkitab benar2 terjadi.

Cheers,
Wijaya

7:20 AM  
Blogger Ronald T.Gultom said...

Dear all,

Ok, kalimat2 yang telah tertulis oleh para responden di blog ini akhirnya menuju suatu muara kesimpulan buat saya pribadi. Apa kesimpulan itu? kesimpulannya adalah: saya harus segera keluar dari diskusi ini.

Sebenarnya pada awalnya diskusi antara saya dengan Zhen masih merupakan ajang saling tukar-pikiran dan sharing pengetahuan yang cukup edukatif, namun setelah muncul para responden lain, arah diskusi tidak lagi sehat melainkan lebih kepada suatu tujuan untuk memojokkan pribadi seseorang yaitu saya, dan bukan utk ajang saling tukar-pikiran serta sharing yang bersifat edukatif.

Sejak itu sebenarnya saya sudah malas dan ingin segera keluar dari diskusi ini, namun saya masih mencoba utk melanjutkannya dengan harapan mungkin ada perubahan paradigma ke arah diskusi yang lebih baik, namun saat ini tidak ada pilihan lain yang terbaik buat saya selain segera keluar dari diskusi ini. Kita serahkan saja kepada Tuhan yang maha kuasa sebagai hakim agung untuk menentukan kelak siapa diantara kita semua yang benar-benar ingin mencari kebenaranNya.

Jika saya seperti apa yang dituduhkan kalian yaitu sebagai orang arogan, orang ego dll hanya karena saya berusaha memberitakan kebenaran yang saya baca dari kitab suci tentang Tuhan, maka saya siap dihukum oleh Tuhan, Tetapi jika ternyata kalian semualah yang telah jelas-jelas melupakan sang pencipta dan tidak mau menerima kebenaran injil Tuhan, maka biarlah kelak Tuhan yang akan menjadi hakim atas kalian semua.

Untuk Mr.Notalkingnow dan Mrs.Pardede, motif saya sangat tulus yaitu ingin menggali kebenaran Tuhan dari kitab sucinya dan ingin membagikan kebenaran tersebut kepada kalian semua dalam bentuk informasi di blog diskusi ini, Tuhan menjadi saksi akan hal ini bahwa saya benar-benar tulus, tidak ada motif arogan dsb, karena sejak awal saya menulis kalimat yang memuliakan dan mengagungkan Tuhan sang pencipta yang merupakan satu-satunya penyelamat atas dunia yang sedang "sakit parah" ini. Kalau itu semua kalian katakan sebagai arogansi saya, maka biarlah kelak Tuhan yang menjadi hakim antara kita.

Khusus utk Mrs.Pardede
-----------------------
Mungkin anda bingung kenapa sampai bawa-bawa Tuhan dalam hal ini, karena Mrs.Pardede telah menuduh saya seperti orang Farisi hanya karena saya ingin membagikan kabar baik injil yang telah saya dapatkan dari firman Tuhan Alkitab dan dengan tulus ingin menjunjung tinggi sang pencipta dihadapan kalian, apakah anda jelas tahu siapa itu orang Farisi? mereka adalah orang munafik yang jahat yang juga bertanggungjawab atas kematian Yesus. Bagaimana anda bisa menuduh saya seperti itu padahal anda belum kenal dengan saya secara pribadi? Oleh karena itu tuduhan dan fitnahan dari Mrs.Pardede terhadap saya akan anda pertanggungjawabkan kelak pada hari penghakiman.

Yesus mengatakan:
Matius 12:36 - "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman."

Yakobus 4:11 "Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya."

Untuk sdr.Zhen, terimakasih telah sempat menjadi teman diskusi saya.


Ok, bye-bye.
Warm Regards,
Ronald T. Gultom

6:39 AM  
Blogger gentong said...

Wah internet yg down rupanya tidak menghalangi para commentor utk mengunjungi bog ini , terima kasih ya buat yg sudah berpartisipasi ....

ternyata siapapun yg comment bang gultom tetap akan disiram dgn ayat ayat suci nya ...
kalo begitu udah gak ketolong deh .
jgn jadiin semua org sbg musuh dong bang gultom , bukankah diajarkan "mencintai musuhmu" di ajaranmu ....
bagaimana mencintai musuh anda jika anda selalu membikin jarak bahwa anda adalah yg benar dan yg salah tentunya adalah lawan bicara alias musuh sudah jelas anda bukannya "Mencintai Musuh" tetapi "Menciptakan Musuh"

Mrs pardede terima kasih mau memberikan saya kesempatan utk menunjukkan hasil latihan.
wah senang sekali bisa mendengar ada teman anda yg mempelajari aikido dan mempelajari nilai2 ketulusan dll .
mungkin saya jg bisa belajar banyak darinya ....

wah saya rasanya tidak memanasi manasi situasi deh mmm .... tapi kalaupun ada cuman menghangat hangati :) ......
tapi intinya , kita semua adalah individual yg berbeda dan unik dan saling memberikan pendapat toh hal yg lumrah .....jika ada org yg tidak senang itu bukanlah apa yg di katakan kepada lawan bicara tetapi apa yg tidak diterima oleh lawan bicara , dgn comment 2 seperti ini sebenarnya malah memberikan satu pelajaran bagi bang gultom utk mempelajari dirinya lebih banyak, bagaimana dia selalu gak klop dgn semua org , apa arti "Mencintai Musuh " .....


buat bang sugiharto wijaya , salam kenal dan selamat bergabung .....
tega sekali anda menjuluki "batak palsu" apa mau bikin org marah jg ? ehhehehhe

tulisan blog ini memang sangat general tetapi bermakna ( bukan tidak bermakna )

Semakin kompleks suatu hal akan memperumit org utk mempelajari hidup ini , yg saya ungkapkan di blog memang hal yg simple tetapi hal yg simple ini lah yg membuat hidup ini bermakna.
daripada memberikan ayat ayat yg tidak diterima org bukankah

mengenai wu wei .... mungkin anda dapat memberikan masukan jg kepada kita kita ini.
saya sendiri belum bisa menceritakan ttg wu wei karena saya masih dalam tahap mencari ke situ ....
yg ditulis adalah hal yg bisa berguna dlm hidup bukan hanya konsep atau ayat suci yg tertulis.

btw mengapa anda mengganti perumpamaan

"bagai lamunan orang di siang bolong, menikmati sepoi2 angin pantai kuta, sehabis makan ikan bakar dan minum buah kelapa dan berkata "hidup itu indah...dan mari kita hadapi dengan terus tersenyum".

apakah masih gak bisa lupakan indahnya kuta ?

Regards
Zhen

4:36 AM  
Blogger Sugiharto Wijaya said...

Hallo semua,

Selamat tahun baru 2007, semoga kawan2 tambah bijak dan
maju di tahun yang akan datang.

Sedikit mengenai "No Mind", pertama kali saudara zhen

membuat pernyataan tentang konsep ini, yang terbesit adalah
material ceramah yang pernah saya dengar diajarkan oleh
seorang pakar Buddhist. Yang menarik dari ceramah oleh pakar

Buddhist itu adalah kenyataan bahwa ceramah tersebut

mengarah kepada sesi tanya jawab yang tidak berujung

dikarenakan oleh salahnya interpetasi konsep ini.

Konsep "No Mind" lahir dari konsep buddhist mengenai

"Anatta" yang apabila diterjemahkan dari bahasa pali berarti

"No Self". Pada ceramah tersebut, sedikit dicampur konsep

ini dengan konsep "Cogito Ergo Sum" dari Descrates yang

berbunyi "I think therefore I am". Kalau tidak ada saya

berarti tidak ada pikiran saya (No Mind).

Dari sana, ceramah tersebut mengarah kearah diskusi yang tak

berujung dan tidak berakhir, mengingat 80% pendengar dari

ceramah tersebut merupakan mahasiswa tahun akhir jurusan

philosopy. Ada yang menanyakan bagaimana konsep no-self ini

dimungkinkan mengingat "self" ada melalui adanya proses yang

dapat mengidentifikasikan saya dan kamu merupakan 2 orang

individual yang berbeda, contoh: notalkingnow jelas berbeda

dengan ronald.t.gultom, zhen jelas berbeda dengan

notalkingnow, mrs pardede....well...terlalu dibuat-buat shg

tidak tau apakah dia dengan notalkingnow merupakan org yg

sama....duh sidetrack.....nih.
But selama saya masih bisa dianggil orang Sugiharto Wijaya

dan dibedakan dengan Ronald.T Gultom, bagaimana "no-self"

bisa ada? Jelas2 kedua orang itu merupakan self yang berbeda

dari themselves.

Sesi ceramah tersebut kembali berujung pada argumen klasik,

apakah kita sekarang tidak sedang hidup dalam satu dunia

maya atau mimpi dimana sesungguhnya kita adalah sebuah otak2

yang hidup dalam tabung kimia dengan zat sodium dan

distimulus dengan ion2 listrik untuk merasakan berbagai

sensasi yang ada.

That's philosophy....sejauh mana logika dan pikiran bisa

diarahkan, jangan berhenti berdiskusi...

Konsep Anatta (no-self) yang sebenarnya ingin diajarkan

dalam buddhism lebih kearah melihat hidup sebagai

"suffering". Selama ada terjadi perubahan maka "suffering"

atau penderitaan itu ada. Segala perubahan yang kita alami

dan lakukan sebagai individual akan menghasilkan

penderitaan. Penderitaan yang dimaksud bukan yang bikin

sakit...sedih dan menyesal saja...penderitaan yang dimaksud

juga meliputi kesenangan, kegembiraan yang dihasilkan

perubahan. Perubahan yang disebut menghasilkan penderitaan

adalah perubahan dimana manusia masih tidak bisa terlepas

dari hukum karma dan tumibal lahir. Maka dari itu perputaran

hidup dan mati berulang dan hukum sebab akibat tetap

berlanjut.

Dalam buddhism, langkah awal untuk menghindari dari hukum

ini adalah dengan menghilangkan ego kita, menjadi "no-slef".

Seminimal mungkin menghindari perbuatan yang dapat

mengakibatkan cause and effect terjadi. Buddhism sendiri

mengajarkan konsep Anatta ini hanya sebagai imbauan kepada

praktisi untuk tidak memfokuskan diri kepada egoisme dalam

bentuk "feeling (perasaan pribadi), perception (cara

individu melihat segala sesuatu), fabrication (ummmm susah

menjelaskan yang ini), and consciousness (kesadaran diri

secara individu)". Mungkin bakal membingungkan ttp apabila

ada pertanyaan saya berusaha untuk menjawab. Hal diatas

dipertegas dalam Anudhamma Sutta (SN 22, 42) dari Tripitaka.



Begitulah salah satu ajaran mengenai "No-Self" dari

buddhism, saya pribadi pernah tahu namun tidak percaya

karena telah dibuktikan salah dari berbagai segi philosophic

maupun analytical mind...

Dan ajaran tersebut masih dapat diperdebatkan secara science

dan secara logika dari konsep "soul" yang diajarkan pada

ajaran Kristiani.

Buat Ronald. T Gultom:
Sayang sekali apabila anda cabut dari diskusi ini karena

tidak akan ada pihak yang akan bertambah pengetahuannya dan

gelas kita masih tetap akan half full....
Sebagian dari kita masih tidak bisa menerima cairan yang

akan dituangkan ke gelas tersebut...
Apabila anda cabut sekarang....hanya akan menambah presepsi

orang banyak mengenai penganut kristen yang close minded,

ignorant dan sensi...
Sebenarnya dari isi2 blog yang saya lihat ditulis diatas,

anda sedikit menanggapi secara pribadi kalimat2 yang ditulis

diatas...
Dan sebagai sesama penganut kristiani....jujur saja saya

sedikit menyesal mengetahui ada sesama umat yang berharap

"pertanggungjawaban kelak pada penghakiman" terhadap orang

lain, mengingat tujuan utama pewartaan kabar gembira

mengenai Yesus Kristus adalah membawa mereka yang percaya ke

jalan Tuhan....sangat disesalkan...semua karena penafsiran

dan penganggapan kata yang terlalu personal dan sensitif...

Penghakiman dan pertanggungjawaban pasti akan diberikan

Tuhan dan kita akan menerimanya, pada akhir hari, apakah

iman ("faith") kita dapat menyelamatkan kita, itu yang

menjadi tujuan penginjilan umat Kristiani. Dan apabila kata2

seperti itu anda tujukan kepada mrs.pardede....sangat

disayangkan....

Buat Notalkingnow:
Saya kagumi antusiasme anda but....please give us more

scientific discussion mengenai konsep "No Self", "No Mind"

ini yah.

Buat Zhen:
Hehehehe saya sedikit terbawa saja pada saat membaca balasan

anda...sedikit out of nowhere dan tidak berbasis aja konsep

yang anda lontarkan.

Cheers,

Sugiharto Wijaya.

11:27 AM  
Blogger gentong said...

Happy new year toooo.... 2007
Salut buat Sdr Sugiharto
yg sudah mencari source ...

Konsep no self sudah diperdebatkan dari jaman bahala sampai skrg , makanya selalu tidak ada ujungnya ... makanya yg terpenting bukanlah di membahasnya tetapi di pelatihannya ....

wah jgn menuduh sembarangan dong ...
bukan dgn mengerti konsep saja kita bisa mengerti apa itu no self loh , beda dgn org yg percaya ayat suci , itu dgn basis keyakinan / kepercayaan ...

marilah kita sedikit mengupas ttg no self :

Manusia terdiri dari body and mind and spirit . (belum membicarakan spirit)
apa itu mind , mind itu terdiri dari intelek, logika, perasaan dll.
mind ini lah yg menunjukkan ke akuan , kenapa ? karena ada mind ini timbullah dualistik yg kemudian mulai memisahkan baik dan buruk , cantik dan jelek.

manusia selalu hidup dgn harapan, misalnya bang gultom yg berharap pada judgment day akan di terima ke surga dan mau menghukum mrs pardede , itu semua kan harapan dari pengetahuan pikiran bawah sadar dia yg sudah terekam dan cukup lama makanya makin kuat rekamannya .

noself justru berbeda dgn konsep agama, no self justru melepaskan semuanya .
dari awal saya bilang ke bang gultom bahwa hendaknya membaca kitab suci dgn hati yg bersih , apa artinya ?
hati yg bersih adalah terbebasnya intelek dan keakuan utk menanggapi isi dari kitab suci, jgn semua diterima mentah mentah.
karena kita tahu bahwa agama dulu jg dibikin sebagai aturan utk mengatur manusia dan tentunya di dalamnya ada yg sudah hasil karya manusia .

Pikiran kita selalu bereaksi terhadap rangsangan yg masuk dari ke 5 indra, dan yg penting pikiran itu sendiri yg tidak pernah berhenti.
cthnya : jika anda pernah duduk diam dan anda mendengar suara mobil anda akan tahu itu suara mobil.
apakah anda berpikir ? anda akan menjawab tidak.
tapi disitu sudah terjadi proses dari pikiran, bagaimana dgn mendengar suara anda bisa menyimpulkan itu adalah suara mobil.
jadi jelas bahwa kita tidak bisa mengontrol pikiran kita.

makanya dari jaman dulu org duduk bermeditasi utk mengontrol pikiran.

Konsep No Mind ini memang sangat menarik, di 3 bidang saya menemukan hal yg sama yakni :
Aikido, Taichi, Meditasi Vipassana .

saya juga mendapat hal yg sama di dalam agama, berikut yg saya kutip dari pembimbing saya :

"Kebijakan ini didasarkan pada keyakinan penulis bahwa ‘meditasi pencerahan’ ini tidak berkaitan dengan konsep-konsep teologis atau religius mana pun, sekalipun pertama kali ditemukan dan diajarkan oleh Buddha Gautama. Penulis juga melihat adanya mutiara-mutiara di dalam agama-agama lain yang mengacu kepada pemahaman serupa dengan yang hendak dicapai dalam ‘meditasi pencerahan’:

(a) Dalam Alkitab Kristiani terdapat perintah Allah: “Diamlah, dan ketahuilah aku Tuhan.” (Mazmur 46:10)

(b) Berakhirnya aku, diri/ego ini diungkapkan secara metaforis dalam ucapan Rasul Paulus: “Aku telah disalibkan bersama Kristus and aku tidak lagi hidup, tetapi Kristus hidup di dalamku.” (Galatia 2:20)

(c) Dalam sebuah Hadits Qudsi dikatakan bahwa manusia harus mengenal dirinya [sehingga diri itu berakhir] lebih dulu sebelum ia dapat mengenal Tuhannya: “Man arafa nafsahu, faqad arafa rabbahu.” (“Barang siapa mengenal dirinya, ia mengenal Tuhannya.”)

(d) Dalam Al-Qur’an terdapat dua ayat yang menekankan sifat fana dari “segala sesuatu di muka bumi” ini [termasuk diri/aku/ego]: “Qullu man alaiha faana, wa yabqo wajhu rabbika.” (“Segala sesuatu yang ada akan musnah, yang tetap hanyalah Wajah Tuhanmu.” – QS: Al-Qasas, 28:88; ayat yang hampir sama bunyinya terdapat dalam QS: Al-Rahman, 55:26-27.

(e) Ada suatu perumpamaan Sufi yang mengatakan: “Di dalam diri manusia yang sempurna (al-insan al-kamil), Allah melihat dengan matanya, Allah mendengar dengan telinganya, Allah bicara dengan lidahnya, dan Allah berbuat dengan tangannya.”
"


Regards
Zhen

PS ; semoga bisa memuaskan saudara Sugiharto dgn penjelasan ini

6:22 PM  
Anonymous Anonymous said...

nice info you got there, i found this site from my friend computer and good things this is a good site poker online betting

4:45 AM  

Post a Comment

<< Home