The Way - Aikido
Tulisan di bawah ini adalah hasil pemikiran dan masukan lain yg subjektif , pemikiran ini sangatlah mungkin didapati di Seni lain ataupun Jalan yg lain, jika anda membuka hati dan pikiran anda , maka di bawah ini lah apa yg saya lihat selama ini dan ingin menyampaikan .
Selamat berjelajah dengan alam pemikiran anda.
Mengapa saya memilih Aikido?
Saya tidak bisa memberikan satu alasan mengapa saya menyukainya tetapi saya bisa memberikan banyak alasan. Aikido bukanlah identik keyword “steven seagal” atau “lembut” atau “memakai tenaga lawan”
tetapi meliputi pengembangan diri yg luas dan mempunyai prinsip global yg ada dalam hidup ini.
Dari cara pandang saya, Teknik Aikido dan Prinsipnya mempunyai persamaan dgn banyak teori kehidupan , apakah memang begitu adanya atau hasil dari pemikiran , silahkan anda menilai sendiri dgn hati dan pikiran yg terbuka.
Pada dasarnya Aikido mengajarkan saya disiplin sebagai seorang manusia, kita adalah orang yg bebas, tetapi kita tidak lah bisa sebebas sesuka hati, beberapa aturan dan disiplin harus di jalankan dan ditaati untuk menciptakan seseorang yg baik dan tidak merugikan sekitar dan kemudian menciptakan komunitas yg baik dan beradab. Ajaran lain mengajarkan kita untuk tidak egois, selalu melihat refleksi hidup dan tindakan kita, dan mengalahkan diri kita, tetapi bagaimana kita mengEVALUASInya ? Beberapa orang bisa berceramah tentang kebajikan dan prinsip prinsip kebaikan, mengutip dari kitab tetapi kadang sifat dan sikap dia bisa sama sekali berbeda dari apa yang dia katakan, Jadi bagaimanakah kita bisa benar benar mengevaluasi diri kita ?
Dalam hidup saya , segala norma kebajikan yang telah diajarkan , dapat ditemukan di dalam aikido, kita diajarkan untuk tidak egois , mencintai musuh dan cinta kasih , tetapi kita semua menemukan kendala, Mengapa ? Karena kita tidak terlatih , dan kita tidakmempunyai prinsip dan disiplinnya.
Mencintai musuh memang enak dan gampang kedengarannya di hati lagi senang, tetapi bisa melakukannya pada satu saat tertentu belum berarti sudah bisa.
Untuk melakukan apa saja secara sempurna, kita harus mengulang dan mengulang dan dan mengulang untuk mencari kesalahan dan membetulkannya.
Tetapi di dalam hidup kita apakah kita mengulang untuk menghadapi ancaman verbal ataupun fisik ? Jawabannya adalah tidak , Banyak dari kita melarikan diri dari segala ancaman langsung dan tidak langsung, baik karena kita lemah ataupun kita tidak berani menerima konsekuensinya, Memang setelah itu kita bisa memperkuat diri kita, tetapi kebanyakan yg terjadi adalah kita malah lebih sering memaksakan kehendak kita,
Jika begitu bagaimanakah kita bisa menerapkan apa yg telah diajarkan ?
Saya menemukan jawabannya di Aikido, Hampir semua prinsip hidup terkandung di dalam gerakan dan prinsipnya, Kepribadian kita tercermin dari teknik kita . ketika kita menjadi uke atau penyerang kita bisa merasakan dan melihat kepribadian seseorang dengan sangat jelas apakah dia mau menjatuhkan kita dgn egonya , bahkan ego itu tidak hanya satu kata ego saja, ego pun ada tingkatannya
Sewaktu menjadi nage atau penerima kita harus selalu mengoreksi diri kita dan menghilangkan ego kita yg ditunjukkan lewat teknik yg “tidak jalan” ,
Jadi latihan yg terus menerus dalam menyempurnakan teknik kita adalah juga menyempurnakan diri kita.
Regards
Zhen
Selamat berjelajah dengan alam pemikiran anda.
Mengapa saya memilih Aikido?
Saya tidak bisa memberikan satu alasan mengapa saya menyukainya tetapi saya bisa memberikan banyak alasan. Aikido bukanlah identik keyword “steven seagal” atau “lembut” atau “memakai tenaga lawan”
tetapi meliputi pengembangan diri yg luas dan mempunyai prinsip global yg ada dalam hidup ini.
Dari cara pandang saya, Teknik Aikido dan Prinsipnya mempunyai persamaan dgn banyak teori kehidupan , apakah memang begitu adanya atau hasil dari pemikiran , silahkan anda menilai sendiri dgn hati dan pikiran yg terbuka.
Pada dasarnya Aikido mengajarkan saya disiplin sebagai seorang manusia, kita adalah orang yg bebas, tetapi kita tidak lah bisa sebebas sesuka hati, beberapa aturan dan disiplin harus di jalankan dan ditaati untuk menciptakan seseorang yg baik dan tidak merugikan sekitar dan kemudian menciptakan komunitas yg baik dan beradab. Ajaran lain mengajarkan kita untuk tidak egois, selalu melihat refleksi hidup dan tindakan kita, dan mengalahkan diri kita, tetapi bagaimana kita mengEVALUASInya ? Beberapa orang bisa berceramah tentang kebajikan dan prinsip prinsip kebaikan, mengutip dari kitab tetapi kadang sifat dan sikap dia bisa sama sekali berbeda dari apa yang dia katakan, Jadi bagaimanakah kita bisa benar benar mengevaluasi diri kita ?
Dalam hidup saya , segala norma kebajikan yang telah diajarkan , dapat ditemukan di dalam aikido, kita diajarkan untuk tidak egois , mencintai musuh dan cinta kasih , tetapi kita semua menemukan kendala, Mengapa ? Karena kita tidak terlatih , dan kita tidakmempunyai prinsip dan disiplinnya.
Mencintai musuh memang enak dan gampang kedengarannya di hati lagi senang, tetapi bisa melakukannya pada satu saat tertentu belum berarti sudah bisa.
Untuk melakukan apa saja secara sempurna, kita harus mengulang dan mengulang dan dan mengulang untuk mencari kesalahan dan membetulkannya.
Tetapi di dalam hidup kita apakah kita mengulang untuk menghadapi ancaman verbal ataupun fisik ? Jawabannya adalah tidak , Banyak dari kita melarikan diri dari segala ancaman langsung dan tidak langsung, baik karena kita lemah ataupun kita tidak berani menerima konsekuensinya, Memang setelah itu kita bisa memperkuat diri kita, tetapi kebanyakan yg terjadi adalah kita malah lebih sering memaksakan kehendak kita,
Jika begitu bagaimanakah kita bisa menerapkan apa yg telah diajarkan ?
Saya menemukan jawabannya di Aikido, Hampir semua prinsip hidup terkandung di dalam gerakan dan prinsipnya, Kepribadian kita tercermin dari teknik kita . ketika kita menjadi uke atau penyerang kita bisa merasakan dan melihat kepribadian seseorang dengan sangat jelas apakah dia mau menjatuhkan kita dgn egonya , bahkan ego itu tidak hanya satu kata ego saja, ego pun ada tingkatannya
Sewaktu menjadi nage atau penerima kita harus selalu mengoreksi diri kita dan menghilangkan ego kita yg ditunjukkan lewat teknik yg “tidak jalan” ,
Jadi latihan yg terus menerus dalam menyempurnakan teknik kita adalah juga menyempurnakan diri kita.
Regards
Zhen

0 Comments:
Post a Comment
<< Home